Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Yassierli Bawa Suara Indonesia ke Forum Buruh Dunia, Dorong Perlindungan Pekerja dan Lapangan Kerja Berkelanjutan

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:52 WIB Last Updated 2026-06-07T11:52:53Z
Klik
Menaker Yassierli


JENEWA, FAKTABANDUNGRAYA,---  Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan perlindungan pekerja dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan di tengah perubahan dunia kerja global. Komitmen tersebut dibawa langsung Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat memimpin Delegasi Indonesia pada Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.

Forum tahunan yang diselenggarakan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) itu menjadi ruang strategis bagi pemerintah, pekerja, dan pengusaha dari berbagai negara untuk membahas arah masa depan dunia kerja di tengah tantangan digitalisasi, transformasi ekonomi, dan perubahan pasar tenaga kerja global.

Menaker Yassierli menegaskan, kehadiran Indonesia dalam ILC ke-114 merupakan bagian dari upaya memastikan transformasi dunia kerja berjalan seimbang antara perlindungan pekerja, keberlangsungan usaha, dan penciptaan kesempatan kerja.

"Indonesia hadir untuk membawa suara ketenagakerjaan nasional. Perubahan dunia kerja harus kita kelola agar pekerja tetap terlindungi, kesempatan kerja semakin terbuka, dunia usaha tetap berjalan, dan investasi tetap terjaga," ujar Yassierli, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, berbagai isu yang dibahas dalam konferensi tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan jutaan pekerja dan pelaku usaha, mulai dari perlindungan pekerja perempuan, hak-hak pekerja platform digital, penguatan hubungan industrial, hingga strategi menjaga keberlangsungan usaha sebagai sumber utama penciptaan lapangan kerja.

Tahun ini, ILC mengangkat tema “Navigating Change Through Inclusive Social Dialogue” atau mengelola perubahan melalui dialog sosial yang inklusif. Tema tersebut menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Bagi Indonesia, pendekatan dialog sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan, termasuk perkembangan ekonomi digital, meningkatnya pekerjaan berbasis platform, serta tekanan ekonomi global yang memengaruhi pasar tenaga kerja.

"Dalam situasi global yang penuh tantangan, dialog sosial menjadi kunci. Pekerja, pengusaha, dan pemerintah harus terus membangun komunikasi yang konstruktif agar hubungan industrial tetap kondusif dan keberlangsungan usaha tetap terjaga," kata Yassierli.

Dalam forum tersebut, Indonesia akan memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan perlindungan pekerja platform digital, peningkatan kesetaraan gender dan perlindungan pekerja perempuan, penguatan mekanisme dialog sosial tripartit, serta dukungan terhadap peningkatan partisipasi Palestina dalam forum ILO.

Selain menyampaikan Pernyataan Nasional Indonesia pada Sidang Pleno ILC, Menaker juga dijadwalkan menghadiri pertemuan Menteri Ketenagakerjaan kawasan Asia Pasifik atau Asia Pacific Group (ASPAG) Labour Ministers' Meeting.

Salah satu agenda penting lainnya adalah penyerahan instrumen asli ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan kepada Direktur Jenderal ILO. Langkah ini menjadi penegasan komitmen Indonesia dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja, khususnya di sektor perikanan yang selama ini menjadi salah satu sektor strategis nasional.

Kepala Biro Kerja Sama Kementerian Ketenagakerjaan, M. Arif Hidayat, mengatakan partisipasi aktif Indonesia dalam ILC menunjukkan keseriusan pemerintah untuk terus terlibat dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan global yang berdampak langsung terhadap dunia kerja nasional.

Melalui keikutsertaan dalam ILC ke-114, Indonesia tidak hanya membawa kepentingan nasional ke panggung internasional, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai negara yang aktif mendorong terciptanya dunia kerja yang adil, inklusif, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja. (*/red).

×
Berita Terbaru Update