Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rhythm & Recipes, Erwin : Langkah Bandung Menembus Panggung Kreatif Dunia

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:39 WIB Last Updated 2026-06-07T03:39:29Z
Klik
Wakil Wali kota Bandung membuka pegelaran Rhythm & Recipes Consumer Experience di Paskal 23 Bandung



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Musik, kuliner, dan budaya berpadu menjadi bahasa universal yang mempertemukan berbagai bangsa dalam gelaran Rhythm & Recipes Consumer Experience di Paskal 23 Bandung, Jumat (5/6/2026). Bagi Pemerintah Kota Bandung, festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi memperkuat posisi Bandung sebagai kota kreatif berkelas dunia.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa di tengah persaingan global, kekuatan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan membangun ekosistem kreativitas, budaya, dan kolaborasi internasional.

"Bandung memiliki karakter yang kuat sebagai kota pendidikan, kota kreatif, kota anak muda, dan kota yang terbuka terhadap pertukaran gagasan global," ujar Erwin saat menghadiri kegiatan promosi budaya dan produk halal tersebut.

Menurutnya, Rhythm & Recipes menjadi contoh nyata bagaimana diplomasi budaya dapat berjalan lebih dekat dengan masyarakat. Musik, kuliner, dan seni tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga jembatan persahabatan yang mampu mempererat hubungan antarnegara.

Erwin menilai keberhasilan Korea Selatan membangun pengaruh global melalui budaya populer menjadi inspirasi bagi banyak kota, termasuk Bandung. Di balik fenomena K-Pop, terdapat kekuatan industri kreatif yang dibangun melalui disiplin, inovasi, kreativitas, dan kerja keras yang konsisten.

"Korea Selatan berhasil menjadikan budaya populer sebagai soft power yang memengaruhi dunia. Bandung juga memiliki potensi yang sama," katanya.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Bandung memiliki modal besar berupa talenta muda yang melimpah, komunitas kreatif yang aktif, industri kuliner yang berkembang pesat, serta ekosistem inovasi yang terus tumbuh.

Selain itu, hubungan yang telah lama terjalin antara Bandung dan Korea Selatan melalui berbagai kerja sama sister city dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas kolaborasi di bidang budaya, pendidikan, teknologi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Erwin berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada level pemerintahan, tetapi berkembang melalui keterlibatan komunitas, generasi muda, pelaku usaha kreatif, dan masyarakat luas.

promosi budaya dan produk halal


"Diplomasi terkuat hari ini hadir melalui musik, makanan, seni, dan pertemuan manusia dengan manusia," ujarnya.

Festival ini juga menjadi ruang promosi yang penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif Kota Bandung. Melalui kegiatan berskala internasional, para pelaku usaha memiliki kesempatan memperluas jejaring, memperkenalkan produk unggulan, dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Erwin turut mengapresiasi konsep "K-Halal" yang dihadirkan dalam acara tersebut. Menurutnya, konsep itu menunjukkan bahwa modernisasi dan globalisasi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai budaya dan identitas lokal.

"Kita bisa modern tanpa kehilangan identitas. Kita bisa mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi karakter bangsa," katanya.

Di hadapan generasi muda yang memadati lokasi acara, Erwin mengajak mereka untuk tidak hanya menjadi konsumen tren global, tetapi juga tampil sebagai kreator yang mampu menghasilkan karya berdaya saing internasional.

"Bandung membutuhkan generasi muda yang berani bermimpi besar, berani berkolaborasi, dan berani membawa nama kota ini ke panggung dunia," tuturnya.

Lebih dari sekadar festival, Rhythm & Recipes menjadi simbol semangat Bandung dalam membangun jejaring global melalui kekuatan budaya dan kreativitas. Di tengah arus globalisasi yang semakin dinamis, Bandung menunjukkan bahwa identitas lokal dapat menjadi modal utama untuk tampil dan bersaing di panggung dunia. (kyy/red).
×
Berita Terbaru Update