![]() |
| Wakil Wali kota Bandung membuka pegelaran Rhythm & Recipes Consumer Experience di Paskal 23 Bandung |
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin,
menegaskan bahwa di tengah persaingan global, kekuatan sebuah kota tidak hanya
diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan membangun ekosistem
kreativitas, budaya, dan kolaborasi internasional.
"Bandung memiliki karakter yang
kuat sebagai kota pendidikan, kota kreatif, kota anak muda, dan kota yang
terbuka terhadap pertukaran gagasan global," ujar Erwin saat menghadiri
kegiatan promosi budaya dan produk halal tersebut.
Menurutnya, Rhythm & Recipes
menjadi contoh nyata bagaimana diplomasi budaya dapat berjalan lebih dekat
dengan masyarakat. Musik, kuliner, dan seni tidak hanya menjadi sarana hiburan,
tetapi juga jembatan persahabatan yang mampu mempererat hubungan antarnegara.
Erwin menilai keberhasilan Korea
Selatan membangun pengaruh global melalui budaya populer menjadi inspirasi bagi
banyak kota, termasuk Bandung. Di balik fenomena K-Pop, terdapat kekuatan
industri kreatif yang dibangun melalui disiplin, inovasi, kreativitas, dan
kerja keras yang konsisten.
"Korea Selatan berhasil
menjadikan budaya populer sebagai soft power yang memengaruhi dunia. Bandung
juga memiliki potensi yang sama," katanya.
Optimisme tersebut bukan tanpa
alasan. Bandung memiliki modal besar berupa talenta muda yang melimpah,
komunitas kreatif yang aktif, industri kuliner yang berkembang pesat, serta
ekosistem inovasi yang terus tumbuh.
Selain itu, hubungan yang telah
lama terjalin antara Bandung dan Korea Selatan melalui berbagai kerja sama
sister city dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas kolaborasi di
bidang budaya, pendidikan, teknologi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Erwin berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada level pemerintahan, tetapi berkembang melalui keterlibatan komunitas, generasi muda, pelaku usaha kreatif, dan masyarakat luas.

promosi budaya dan produk halal
"Diplomasi terkuat hari ini
hadir melalui musik, makanan, seni, dan pertemuan manusia dengan manusia,"
ujarnya.
Festival ini juga menjadi ruang
promosi yang penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta
sektor ekonomi kreatif Kota Bandung. Melalui kegiatan berskala internasional,
para pelaku usaha memiliki kesempatan memperluas jejaring, memperkenalkan
produk unggulan, dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Erwin turut mengapresiasi konsep
"K-Halal" yang dihadirkan dalam acara tersebut. Menurutnya, konsep
itu menunjukkan bahwa modernisasi dan globalisasi dapat berjalan beriringan
dengan nilai-nilai budaya dan identitas lokal.
"Kita bisa modern tanpa
kehilangan identitas. Kita bisa mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai yang
menjadi karakter bangsa," katanya.
Di hadapan generasi muda yang
memadati lokasi acara, Erwin mengajak mereka untuk tidak hanya menjadi konsumen
tren global, tetapi juga tampil sebagai kreator yang mampu menghasilkan karya
berdaya saing internasional.
"Bandung membutuhkan generasi
muda yang berani bermimpi besar, berani berkolaborasi, dan berani membawa nama
kota ini ke panggung dunia," tuturnya.
