![]() |
| Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan Bandung memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perkembangan perfilman nasional. |
Kepala Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan Bandung memiliki
sejarah panjang sebagai salah satu pusat perkembangan perfilman nasional.
Menurutnya, film menjadi ruang yang mampu menyatukan berbagai cabang seni
sekaligus menyampaikan pesan budaya dan kemanusiaan kepada masyarakat.
"Festival Film Bandung
diharapkan terus menjadi wadah apresiasi yang mendorong lahirnya karya-karya
kreatif serta memperkuat industri perfilman nasional," ujarnya.
Ketua Regu Pengamatan Film Indonesia Forum Film Bandung, Rosyid E. Abby, menjelaskan tema "Sinema Rona Keluarga" dipilih setelah tim pengamat menilai ratusan karya yang tayang sepanjang September 2025 hingga Juni 2026. Beragam film dari genre drama, komedi, laga hingga horor dinilai memiliki benang merah yang sama, yakni mengangkat dinamika hubungan dalam keluarga.

Kadisbudpar bersama panitia Festival Film Bandung 2026
Sementara itu, Panitia Festival Film
Bandung, Iwan Kusmawan, menyebutkan selama periode penilaian Forum Film Bandung
mengamati 344 karya, terdiri atas film Indonesia, film impor, serial televisi,
dan serial web. Seluruh proses dilakukan secara independen sebagai bentuk
apresiasi terhadap insan perfilman nasional.
Malam puncak Festival Film Bandung
ke-39 akan digelar pada 22 Agustus 2026, sekaligus menjadi ajang penghargaan
bagi film dan pelaku industri yang dinilai menghasilkan karya terbaik sepanjang
periode pengamatan. (ray/red).
