Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Forum BRICS, Kemnaker Dorong Pemetaan Keterampilan Masa Depan untuk Hadapi Transformasi Dunia Kerja

Kamis, 16 Juli 2026 | 17:23 WIB Last Updated 2026-07-16T10:23:54Z
Klik
Menaker Yassierli di Forum BRICS -India


INDIA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong negara-negara BRICS memperkuat kerja sama dalam memetakan kebutuhan keterampilan tenaga kerja masa depan sebagai langkah strategis menghadapi perubahan dunia kerja yang dipicu kemajuan teknologi, transformasi industri, transisi ekonomi hijau, dan perubahan demografi.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat menghadiri BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) 2026 di Hyderabad, India, Rabu (15/7). Indonesia mengusulkan agar future skills forecasting menjadi salah satu agenda utama dalam kerja sama BRICS CONNECT guna membantu negara anggota menyusun kebijakan ketenagakerjaan dan pelatihan yang lebih adaptif.

Menurut Yassierli, pemetaan kebutuhan keterampilan akan memudahkan negara-negara BRICS mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja sekaligus menyelaraskan program pelatihan dengan kebutuhan industri di masa depan.

Perwakilan Delegasi berbagai negara di Forum BRICS

 
 

Dalam forum tersebut, Kemnaker juga memaparkan berbagai langkah Indonesia memperkuat ketahanan pasar kerja, mulai dari perluasan pelatihan vokasi, penguatan jaminan sosial pekerja, pembentukan Satgas PHK, hingga peningkatan akses kerja bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah terpencil.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah tengah membangun pusat pelatihan vokasi dan layanan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas yang dilengkapi teknologi asistif. Selain itu, Program Pemagangan Nasional dan Pelatihan Vokasi Nasional terus diperluas untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Yassierli menegaskan, Indonesia memandang BRICS sebagai wadah strategis untuk memperkuat kerja sama negara-negara berkembang melalui pertukaran pengalaman dan penyusunan solusi konkret bagi pembangunan ketenagakerjaan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (*/red)

×
Berita Terbaru Update