![]() |
| Ketua Komisi III H.Jajang Rohana pimpin raker evaluasi dgn PT. Jasa Sarana di Jakarta |
Dorongan tersebut disampaikan Ketua
Komisi III DPRD Jawa Barat, H. Jajang Rohana, S.Pd.I., usai rapat kerja
evaluasi Triwulan I Tahun 2026 bersama PT Jasa Sarana di Jakarta, Kamis
(9/7/2026).
Menurut Jajang, evaluasi menyeluruh
terhadap seluruh lini usaha menjadi langkah mendesak. Unit bisnis yang terus
merugi dinilai perlu dihentikan, sementara perusahaan harus lebih fokus
mengembangkan sektor usaha yang memiliki prospek dan mampu menghasilkan
keuntungan.
"Usaha yang tidak produktif
harus dievaluasi. Sebaliknya, potensi bisnis yang memberikan keuntungan harus
diperkuat agar kondisi keuangan perusahaan kembali sehat," tegasnya.
Selain evaluasi bisnis, Komisi III juga mendorong optimalisasi aset melalui pemanfaatan maupun pelepasan aset yang tidak produktif. Hasilnya diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat investasi pada sektor usaha yang lebih menjanjikan.
.jpeg)
Komisi III raker dgn PT.Jasa Sarana
Jajang menegaskan, keberhasilan
transformasi BUMD tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis, tetapi juga
pembenahan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Dalam rapat tersebut, Komisi III
turut menyoroti kondisi keuangan PT Jasa Sarana yang masih menghadapi tekanan
operasional. Pendapatan perusahaan dinilai belum mampu menutup biaya
operasional, sementara nilai aset dan kewajiban perusahaan juga menjadi
perhatian serius dalam upaya penyehatan BUMD.
Melalui fungsi pengawasan, DPRD
Jawa Barat memastikan proses pembenahan BUMD terus dikawal agar perusahaan
daerah mampu tumbuh lebih sehat, berdaya saing, dan memberikan manfaat maksimal
bagi pembangunan serta perekonomian Jawa Barat. (*/red).
