![]() |
| salah satu ruang IGD, RSUD Bandung Kiwari |
Direktur RSUD Bandung Kiwari, dr. H. Arief Budiman, Sp.A(K)., M.Kes,
menegaskan bahwa pelayanan kegawatdaruratan membutuhkan tenaga medis yang sigap
serta koordinasi yang solid. Karena itu, rumah sakit akan meningkatkan
kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan berkelanjutan sekaligus menambah
jumlah dokter jaga di IGD.
"Penguatan
SDM menjadi fokus utama agar pelayanan di IGD semakin cepat, efektif, dan
mengutamakan keselamatan pasien," ujarnya dalam talkshow di Radio
Sonata, Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik
dan Keperawatan RSUD Bandung Kiwari, dr.
Afriani Altis, MMRS, mengungkapkan bahwa selama Januari hingga Juni
2026, 99 persen pasien telah memperoleh
penanganan awal di area triase dalam waktu kurang dari lima menit,
sesuai standar nasional.
Meski demikian, pihak rumah sakit masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas ruang triase dan ruang rawat inap, yang berdampak pada waktu tunggu sebagian pasien. Selain itu, proses rujukan pasien yang membutuhkan tindakan khusus, seperti kateterisasi jantung, juga menjadi faktor yang memengaruhi lamanya pelayanan karena layanan tersebut belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
![]() |
| Dokter dan perawat ruang IGD, RSUD Bandung Kiwari |
Sebagai solusi, RSUD Bandung Kiwari akan terus
melakukan evaluasi berkala, memperkuat kemampuan tenaga medis dalam sistem
triase, serta meningkatkan jumlah personel di IGD agar pelayanan semakin
optimal.
Melalui
langkah tersebut, RSUD Bandung Kiwari optimistis mampu menghadirkan layanan
kegawatdaruratan yang lebih cepat, profesional, dan humanis, sehingga
keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama. (tiw/red).

