![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan |
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota
Bandung Muhammad Farhan saat membuka Rapat Koordinasi Program Pencegahan dan
Penanggulangan HIV/AIDS Tahun 2026 di Bandung, Selasa (28/7/2026).
Farhan menekankan bahwa yang harus
diperangi adalah virus HIV dan perilaku berisiko, bukan orang yang hidup dengan
HIV. Menurutnya, pendekatan kemanusiaan menjadi kunci keberhasilan
penanggulangan HIV/AIDS.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga Mei 2026 tercatat 10.771 kasus HIV/AIDS secara kumulatif sejak 1991, dengan faktor risiko terbesar berasal dari hubungan seksual heteroseksual. Kondisi tersebut, kata Farhan, menuntut penguatan edukasi, deteksi dini, serta pendampingan berkelanjutan bagi para penyintas.
Selain mendorong masyarakat rutin
melakukan pemeriksaan kesehatan, Farhan juga meminta Satpol PP, Dinas Sosial,
dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah preventif melalui edukasi,
identifikasi aktivitas berisiko, serta peningkatan kualitas sanitasi
lingkungan.
Rakor Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Tahun 2026 di Bandung
Ia menegaskan, target Three Zeros
2030—nol infeksi baru HIV, nol kematian akibat AIDS, serta nol stigma dan
diskriminasi—hanya dapat dicapai melalui kolaborasi pemerintah, tenaga
kesehatan, organisasi masyarakat, dan partisipasi aktif warga.
"Keberhasilan penanggulangan
HIV/AIDS tidak hanya ditentukan oleh pengobatan, tetapi juga oleh kepedulian
bersama untuk menghentikan stigma. Lawan virusnya, bukan manusianya,"
tegas Farhan. (kyy/red).
