Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Jabar, Zulkifly Dukung PJJ, Kesehatan dan Kesiapan Posko Pengungsian

Senin, 07 September 2026 | 11:12 WIB Last Updated 2026-09-07T04:12:55Z
Klik
Semburan abu vulkanik anak gunung Krakatau sudah masuk  wilayah Jabar (foto:chatgpt).



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA — Masuknya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke sejumlah wilayah Jawa Barat mendapat perhatian DPRD Jabar. Anggota DPRD Jawa Barat Zulkifly Chaniago mendukung langkah Pemprov Jabar memperkuat mitigasi, termasuk penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan menyiapkan posko serta lokasi pengungsian jika kondisi semakin memburuk.

Dukungan tersebut disampaikan Zulkifly menyusul diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jabar terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

Menurut Zulkifly, kebijakan tersebut merupakan langkah tepat karena tidak hanya menyasar sektor pendidikan, tetapi juga kesehatan, transportasi dan lingkungan. Dalam surat edaran itu, fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit dan pos kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak abu vulkanik.

“Menurut saya, surat edaran tersebut sudah tepat. Di dalamnya ada pembelajaran jarak jauh, penyiapan posko dan lokasi pengungsian, serta kesiapsiagaan puskesmas, rumah sakit, pos kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Zulkifly, Senin (7/9/2026).

Anggota Komisi IV DPRD Jabar itu menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu, mitigasi juga perlu mencakup keselamatan berlalu lintas, kebersihan lingkungan dan fasilitas umum, termasuk tata cara membersihkan abu vulkanik agar tidak kembali beterbangan dan memperburuk kualitas udara.

Anggota DPRD Jabar Zulkifly Chaniago dari Fraksi Demokrat


Zulkifly mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah dengan intensitas sebaran abu cukup tinggi. Warga juga diminta menggunakan masker yang mampu memberikan perlindungan lebih baik, seperti KN95, serta mengenakan kacamata ketika berada di luar rumah.

“Segera membersihkan diri apabila terpapar abu vulkanik,” katanya. 

Ia juga mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan gejala kesehatan setelah terpapar abu. Gangguan pernapasan, sesak napas, nyeri dada, iritasi mata maupun gangguan kulit perlu segera mendapat penanganan medis.

“Segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila setelah terpapar abu vulkanik mengalami gangguan pernapasan, sesak napas, nyeri dada, gangguan atau iritasi mata, gangguan kulit, maupun gejala berat lainnya,” pungkasnya.

Zulkifly berharap langkah mitigasi yang telah disiapkan Pemprov Jabar dapat dijalankan secara konsisten dan disertai koordinasi lintas sektor. Menurutnya, kecepatan pemerintah merespons perubahan kondisi menjadi kunci untuk menekan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. (syaf/sein).

×
Berita Terbaru Update