Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cegah Karhutla Meluas, Zulkifly Dukung Penutupan Gunung dari Aktivitas Pendakian Saat Musim Kemarau

Selasa, 01 September 2026 | 23:37 WIB Last Updated 2026-09-01T16:37:19Z
Klik
BPBD, Tagana, dan Polisi turun bersama atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jabar (foto:ist).


  
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat menjadi perhatian DPRD Jawa Barat. Upaya pencegahan dinilai perlu diperkuat, termasuk membatasi aktivitas pendakian di kawasan pegunungan selama musim kemarau.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Fraksi Demokrat, H. Zulkifly Chaniago, BE, mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menginstruksikan pengelola kawasan pegunungan untuk menutup sementara jalur pendakian.

Menurut Zulkifly, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menekan potensi kebakaran di kawasan hutan dan pegunungan yang kondisinya lebih rentan terbakar saat musim kemarau.

“Penutupan kawasan pegunungan dari aktivitas pendakian selama musim kemarau merupakan langkah antisipasi dalam menjaga hutan dan lahan dari kebakaran. Bisa jadi bara dari kegiatan bakar-bakar yang ditinggalkan pendaki masih menyala. Begitu juga puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu kebakaran,” kata Zulkifly saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Pemerintah bersama masyarakat harus memperkuat langkah mitigasi, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga 31 Agustus 2026, luas lahan dan hutan yang terbakar di Jawa Barat mencapai 228,07 hektare. Kebakaran tercatat terjadi di 178 desa/kelurahan yang tersebar di 107 kecamatan, dengan total 156 kejadian.

Dari jumlah kejadian tersebut, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 21 kejadian. Disusul Kabupaten Majalengka sebanyak 17 kejadian dan Kabupaten Bandung 16 kejadian.

Sementara berdasarkan luas area yang terbakar, Kabupaten Sukabumi berada di posisi teratas dengan 49,20 hektare, disusul Kabupaten Majalengka 26,16 hektare dan Kabupaten Bandung 24,80 hektare.

BPBD Jabar sedang melakukan pemadaman api (foto:BPBD Jabar)


Zulkifly menilai angka tersebut menunjukkan bahwa karhutla bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Selain mengancam kawasan hutan, kebakaran juga berpotensi menimbulkan dampak panjang terhadap lingkungan dan masyarakat.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti BPBD, Dinas Kehutanan, dan Dinas Lingkungan Hidup, memperkuat mitigasi serta pencegahan karhutla.

“Mitigasi harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Jangan menunggu api membesar baru bergerak,” ujarnya.

Selain memperkuat kesiapsiagaan, Zulkifly mendorong edukasi kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkebunan, kehutanan, maupun pegunungan. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran yang dipicu aktivitas manusia.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan kawasan hutan dan hilangnya vegetasi, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Dampak kebakaran lahan dan hutan sangat luar biasa, baik terhadap kerusakan lingkungan, kesehatan maupun kehidupan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya. (*/Red)

×
Berita Terbaru Update