![]() |
| Pemkot Bandung salurkan bantuan beras, warga kelurahan antapani menerima bantuan beras |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
meninjau langsung penyerahan beras secara simbolis kepada 665 penerima manfaat
di Kelurahan Antapani Tengah, Kamis (27/8/2026). Setiap warga yang masuk
kategori desil 1 hingga 4 menerima alokasi 30 kilogram beras sekaligus untuk
jatah tiga bulan.
"Bantuan pangan ini merupakan
langkah konkret untuk menekan beban pengeluaran rumah tangga rentan di tengah
tantangan ekonomi. Pembagiannya bergulir secara bertahap merujuk pada Data
Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)," kata Farhan.
Menanggapi masukan dari pekerja
sosial dan DPRD Kota Bandung terkait bergesernya status desil warga yang masih
membutuhkan bantuan, Farhan menegaskan Pemkot Bandung siap melakukan verifikasi
ulang via musyawarah kelurahan. Sejumlah program penyangga (buffer) juga
disiagakan, seperti ATM Beras, Bansos Dinsos, padat karya Disnaker, hingga
layanan kesehatan UHC.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menambahkan bahwa penyaluran periode ini merupakan tahap kedua sepanjang 2026 setelah tahap pertama sukses digelar pada Februari–Maret lalu.

Farhan menyerahkan bantuan pangan beras
Tujuan utama dan mekanisme
pendistribusian bantuan beras ini meliputi:
Distribusi Bertahap Wilayah: Hari
pertama penyaluran dimulai di lima kecamatan, yakni Antapani, Arcamanik,
Cinambo, Panyileukan, dan Kiaracondong, sebelum disebarkan ke kecamatan
lainnya.
Pengendalian Inflasi: Program
berbasis Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bersama Perum Bulog ini dirancang
untuk meredam kerawanan pangan sekaligus menstabilkan harga beras di pasar.
Tinjauan Ketersediaan: Setiap
penerima menerima 10 kg per bulan, disalurkan rapel 30 kg agar manfaatnya
langsung mengintervensi kebutuhan pokok keluarga. (rob/red).
