![]() |
| Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri |
Pertemuan SLOM digelar bersamaan
dengan rangkaian Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan ASEAN (ALMM) ke-29. Forum
ini menjadi ruang bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama
menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja, perkembangan teknologi, dan dinamika
pasar kerja.
Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker
Indah Anggoro Putri mengatakan, langkah Indonesia merupakan bagian dari
komitmen menjalankan ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience
and Agility of Workers for the Future of Work.
“Indonesia tetap berkomitmen untuk
menerjemahkan tujuan Deklarasi ke dalam langkah-langkah yang praktis dan saling
memperkuat, guna memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal dalam perubahan
dunia kerja,” ujar Indah di Bangkok, Senin (24/8/2026).
Salah satu fokus utama adalah
penguatan keterampilan tenaga kerja. Program Pemagangan Nasional ditargetkan
menjangkau 150 ribu peserta, setelah tahap pertama mencakup 100 ribu lulusan
baru perguruan tinggi dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 30 persen.
Sementara Program Pelatihan Vokasi Nasional ditargetkan menjangkau 300 ribu
peserta.
Indonesia juga memperbarui sistem
informasi pasar kerja agar kebutuhan industri semakin terhubung dengan program
pelatihan. Di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), teknologi digital
dan Internet of Things (IoT) mulai dimanfaatkan untuk pengawasan
ketenagakerjaan serta layanan kepatuhan berbasis daring.
Dari sisi perlindungan sosial,
pemerintah memperluas cakupan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), yang
memberikan manfaat berupa bantuan tunai, pelatihan, dan penempatan kerja.
Penguatan perlindungan juga dilakukan melalui Satuan Tugas PHK serta insentif
iuran jaminan sosial bagi pekerja sektor padat karya dan informal.
![]() |
| Delegasi Kemnaker pada Forum ASEAN |
Di tingkat regional, Indonesia
memimpin pelaksanaan ASEAN Guiding Principles Phase 3 untuk mendorong harmonisasi
sistem sertifikasi kompetensi di lima negara ASEAN, dengan fokus awal pada
sektor konstruksi dan kelistrikan. Indonesia juga menyiapkan proyek Knowledge
Sharing on Unemployment Insurance yang melibatkan delapan negara ASEAN.
“Daya saing kawasan harus
senantiasa berjalan selaras dengan resiliensi, inklusivitas, perlindungan
sosial, dan pemenuhan hak-hak dasar pekerja,” tegas Indah.
Melalui berbagai langkah tersebut,
Indonesia ingin memastikan transformasi dunia kerja tidak hanya menghasilkan
tenaga kerja yang lebih kompetitif, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja
yang adaptif, inklusif, dan memberikan perlindungan bagi pekerja.

.jpeg)