| Pembuangan limbah cemarin sungai Citarum (foto:ist). |
Pemeriksaan dilakukan setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi aliran sungai yang berada tidak jauh dari area operasional PT SMM.
Pada Sabtu (8/8/2026), tim DLH Jawa Barat tiba di lokasi dan melakukan pemantauan terhadap kondisi air sungai sekaligus mengambil sampel. Pemeriksaan kemudian berlanjut ke area operasional PT SMM untuk mengambil sampel air limbah perusahaan.
Pengawasan kembali dilakukan pada Rabu (12/8/2026). Dalam pemeriksaan lanjutan tersebut, DLH Jabar meninjau sistem pengelolaan lingkungan PT SMM serta mengambil sampel air dari sejumlah titik, termasuk outlet dan outfall.
Seluruh rangkaian pemeriksaan kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pengawasan pada Jumat (14/8/2026).
Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Hingga tahap pemeriksaan tersebut, pengambilan sampel menjadi bagian penting untuk memastikan apakah kondisi air sungai memiliki kaitan dengan aktivitas operasional perusahaan. Hasil pengujian sampel diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai kualitas air dan tingkat kepatuhannya terhadap baku mutu lingkungan.
Manajemen PT SMM membantah anggapan bahwa perusahaan mengabaikan pengelolaan limbah. Pihak perusahaan menegaskan bahwa pengelolaan air limbah dilakukan dengan mengacu pada ketentuan lingkungan yang berlaku.
“Selama ini kami telah melakukan pemantauan kualitas air limbah secara rutin. Kami melakukan pengecekan setiap jam pada titik outlet serta pemantauan harian di titik outfall,” ujar perwakilan manajemen PT SMM dalam keterangan resminya.
Menurut manajemen, pemantauan internal selama ini menunjukkan hasil yang memenuhi baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan.
Selain pengelolaan limbah, perusahaan menyebut aktif terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar sungai bersama masyarakat dan Satgas Citarum Harum. Kegiatan tersebut antara lain berupa pembersihan sampah di bantaran sungai hingga pengangkatan eceng gondok secara berkala.
PT SMM Minta Informasi Diverifikasi
Di tengah ramainya informasi mengenai dugaan pencemaran Sungai Citarum, manajemen PT SMM meminta masyarakat maupun media tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan dan pengujian sampel diketahui.
Perusahaan juga mengimbau insan pers melakukan verifikasi serta melakukan konfirmasi silang kepada pihak-pihak terkait agar pemberitaan tidak hanya bersumber dari satu pihak.
PT SMM berharap proses pengawasan yang dilakukan DLH Jabar dapat menjadi rujukan objektif dalam melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
Sementara itu, perhatian publik kini tertuju pada hasil pemeriksaan sampel air sungai, outlet, dan outfall yang diambil dalam rangkaian pengawasan tersebut. Hasil uji tersebut akan menjadi salah satu dasar penting untuk menjawab dugaan pencemaran serta memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan yang berlaku. (*/red).