![]() |
| Sekretaris DPRD Jabar Dr.H. Dody Sukmayana didampingi anggota DPRD Jabar Drs.H. Daddy Rohanady dalam acara Ngariung Jeung Setwan. |
Sekretaris DPRD Jabar, Dr. H. Dodi
Sukmayana, SE, MM, mengungkapkan bahwa hadirnya aplikasi Gara didorong oleh
komitmen untuk memberikan ruang seluas-luasnya tidak ada batas ruang, waktu, maupun pakaian, sehingga bagi rakyat tanpa sekat birokrasi
yang kaku.
Melalui aplikasi Gara memungkinkan
masyarakat menyampaikan usulan secara langsung sekaligus memantau prosesnya
hingga diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lengkap dengan
rekomendasi dewan, sehingga prosesnya transparan dan terukur," kata Dodi kepada media dalam acara Ngariung Jeung Sekwan (Ngobrol dengan Sekwa), di Rooftop DPRD Jabar, Senin (28/9/2026).
Selain Gara, Sekretariat DPRD Jabar
juga menyiapkan Aplikasi ALAM (Aplikasi Layanan Elektronik Media) guna
memperkuat transparansi informasi publik bersama insan pers.
Lebih lanjut Dody juga menyampaikan
bahwa, selain Aplikasi Gara dan Portal Alam, juga akan diluncurkan aplikasi
atau website DPRD HUDANG (Hadir-Untuk-Dialog-Aspirasi Ngabdi ka Warga).
DPRD Hudang ini sebagai solusi demokrasi tanpa jarak di Jawa
Barat, sehingga dimanapan masyarakat Jabar, baik yang tinggal di perkotaan
hingga pelosok desa dapat menyampaikan aspirasi dengan mudah melalui aplikasi
DPRD Hudang.
Setiap aspirasi yang masuk aplikasi
DPRD Huddang akan diverifikasi dan diproses secara sitematis, transparan dan
akuntabel. Bahkan masyarakat dapat berdialog langsung dengan anggota Dewan
melalui E-Audensi.
Semua Aplikasi yang akan diluncurkaan
oleh Sekretariat DPRD Jabar tentunya Mudah diakses, Respons lebih cepat, Partisipasi
meningkat, Jabar lebih maju. “Bersama wujudkan Jawa Barat yang Partisipatif,
Maju dan Sejahtera”, ujar Dody.
Dewan Ingatkan Batasan Anggaran
![]() |
| Anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady menyambut positif tiga aplikasi yg akan diluncurkan Setwan Jabar |
Kendati disambut antusias sebagai
lompatan inovasi digital, langkah ini diiringi catatan kritis dari legislatif.
Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra, H. Daddy Rohanady, mengingatkan adanya
potensi jurang anggaran atau fiscal gap antara jumlah proposal yang masuk
dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Berdasarkan pengalamannya di Badan
Anggaran, dari sekitar 44.000 proposal tahunan yang masuk, hanya sekitar 12.000
usulan yang mampu diakomodasi. Daddy menekankan pentingnya kanalisasi serta
edukasi kepada masyarakat agar usulan yang masuk selaras dengan skala prioritas
pembangunan Pemprov Jabar—seperti infrastruktur, irigasi, dan pengelolaan
sampah.
"Masyarakat tentu boleh
mengusulkan apa saja, tetapi harus ada kanalisasi dan edukasi. Jangan sampai
pintu aspirasi yang dibuka lebar ini justru memberi harapan palsu bagi
warga," pungkas Daddy. (sein).
.jpeg)
