![]() |
| PWI Pusat rapat persiapan kegiatan PWI Fest 2026 |
Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri
Jaya, mengatakan festival ini dirancang sebagai wadah peningkatan kompetensi
insan pers sekaligus mempererat hubungan media dengan masyarakat. Melalui
berbagai kegiatan, PWI ingin menjawab tantangan industri media yang terus
berubah akibat pesatnya perkembangan teknologi digital.
"PWI Fest bukan hanya ajang
meningkatkan kemampuan wartawan menghadapi era digital dan AI, tetapi juga
ruang kolaborasi bersama masyarakat melalui UMKM Festival dan berbagai kegiatan
publik," ujarnya.
PWI Fest 2026 menghadirkan Workshop
Jurnalisme Digital dan AI dengan materi seputar mobile journalism, verifikasi
data berbasis OSINT, keamanan digital, hingga pemanfaatan teknologi AI dalam
dunia jurnalistik. Workshop tersebut akan melibatkan ratusan wartawan, editor,
dan kreator konten dari berbagai daerah.
Selain pelatihan, festival juga
diramaikan UMKM Festival, kompetisi e-sports, serta panggung hiburan rakyat
yang melibatkan pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan platform digital global
seperti TikTok, Meta, dan Google.
Sementara itu, Ketua Umum PWI
Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa disrupsi teknologi telah mengubah wajah
industri media secara fundamental. Karena itu, insan pers dituntut tidak hanya
menguasai teknologi AI, tetapi juga tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik
dan menjaga kedekatan dengan masyarakat.
Menurutnya, PWI Fest 2026 menjadi
langkah strategis untuk memperkuat kapasitas wartawan, membangun ekosistem
media yang adaptif, serta mempererat sinergi antara pers, pemerintah, dunia
usaha, dan masyarakat dalam menghadapi masa depan industri media Indonesia yang
semakin kompetitif. (*/red).
