![]() |
| drg. Zahrah Almira Cita Utami |
Tingginya biaya tersebut menjadi
pengingat penting bahwa kebiasaan merawat gigi sejak dini jauh lebih murah
dibandingkan menjalani tindakan medis saat kerusakan sudah terjadi. Kesadaran
ini juga mendorong munculnya tren skinification di dunia perawatan mulut, yakni
memilih produk berdasarkan kandungan bahan aktif yang terbukti efektif dan
aman.
Praktisi kesehatan gigi, drg.
Zahrah Almira Cita Utami, menilai banyak masyarakat berharap gigi cepat putih
hanya dengan mengganti pasta gigi, tanpa mengubah kebiasaan yang memicu noda seperti
merokok, minum kopi, atau mengonsumsi makanan berwarna pekat.
"Jika kebiasaan tersebut belum bisa dihindari, biasakan berkumur dengan air putih setelah makan atau minum, dan gunakan sedotan saat mengonsumsi minuman berwarna agar risiko perubahan warna gigi berkurang," ujarnya.

Mekanisme Kerja Usmile sebelum dan sesudah
Ia juga mengingatkan masyarakat
agar tidak mudah tergiur pasta gigi yang hanya menawarkan busa melimpah atau
klaim instan. Menurutnya, produk dengan kandungan yang telah melalui pengujian
laboratorium lebih layak dipilih untuk menjaga kesehatan enamel dan membantu
mengurangi noda secara aman.
Sejalan dengan tren tersebut,
produsen perawatan gigi mulai menghadirkan formulasi berbasis enzim, seperti
kombinasi Papain, Dextranase, dan Lysozyme, yang diklaim mampu membantu mengangkat
noda, mengurangi plak, serta menjaga keseimbangan bakteri di rongga mulut tanpa
mengikis enamel.
Perawatan preventif melalui
kebiasaan menyikat gigi secara rutin, memilih pasta gigi dengan kandungan yang
tepat, serta pemeriksaan berkala ke dokter gigi dinilai menjadi langkah
sederhana yang dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan gigi sekaligus
menekan biaya perawatan di masa depan. (*/red).
%20Saat%20Tampil%20di%20Podcast.jpg)