Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BAZNAS Jabar Perkuat UPZ dan Digitalisasi Zakat, Kejar Manfaat Lebih Luas

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:57 WIB Last Updated 2026-08-13T13:57:06Z
Klik
Pimpinan Baznas Jabar , Dr. Ijang Faisal sedang memberikan pelatihan bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ)

 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus mendorong percepatan digitalisasi pengelolaan zakat. Langkah ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi zakat sekaligus memastikan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Penguatan tersebut menjadi fokus Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (Rakor UPZ) BAZNAS Jabar 2026 di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda No. 30, Kota Bandung, Kamis (13/8/2026). Kegiatan bertema “Menguatkan Peran UPZ, Memperluas Manfaat Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Jawa Barat Istimewa” itu diikuti ratusan pengurus UPZ dari instansi pemerintah, BUMD, perguruan tinggi, perusahaan swasta hingga masjid.

Ketua BAZNAS Jabar, Dr. H. Anang Jauharuddin, mengatakan besarnya potensi zakat harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan, profesionalitas pengelolaan, serta kepercayaan publik.

Berdasarkan kajian Pusat Kajian Strategis (PUSKAS) BAZNAS, potensi zakat Jawa Barat mencapai sekitar Rp535,4 miliar per tahun. Sementara penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) se-Jabar pada 2025 tercatat mencapai Rp3,71 triliun.

“UPZ merupakan garda terdepan sekaligus mitra strategis BAZNAS dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat. Karena itu, UPZ harus terus diperkuat agar pengelolaan ZIS semakin profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata,” ujar Anang.

Digitalisasi Perkuat Kepercayaan

Baznas Jabar memberikan bantuan Pendidikan


Selain penguatan kapasitas UPZ, BAZNAS Jabar mempercepat pemanfaatan teknologi dalam penghimpunan dan pengelolaan ZIS. Sistem pembayaran digital seperti CMS, mobile banking, QRIS, dan Virtual Account didorong semakin luas digunakan.

Digitalisasi dinilai bukan sekadar mempermudah muzaki menunaikan zakat, tetapi juga memperkuat pencatatan, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, menilai transformasi digital menjadi kebutuhan dalam membangun ekosistem zakat yang cepat, transparan, mudah diakses, dan tepat sasaran.

“Penguatan kapasitas pengelola UPZ dan transformasi digital merupakan kebutuhan,” katanya.

Sementara itu, Pemprov Jabar mendukung penguatan tata kelola zakat sebagai bagian dari upaya mengatasi kemiskinan dan kesenjangan. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jabar, Asep Sukmana, menilai sinergi pemerintah, BAZNAS, UPZ, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat harus terus diperluas.

BAZNAS Jabar menegaskan, keberhasilan zakat tidak berhenti pada besarnya dana yang dihimpun. Ukuran utamanya adalah sejauh mana zakat mampu mengubah kepedulian menjadi keberdayaan, memperkuat kemandirian mustahik, serta berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan.

Melalui penguatan UPZ dan digitalisasi, BAZNAS Jabar ingin memastikan setiap zakat yang ditunaikan masyarakat tidak hanya tercatat, tetapi benar-benar bergerak menjadi manfaat bagi mereka yang membutuhkan. (*/red).

×
Berita Terbaru Update