![]() |
| Cigondewah siap bangkitkan UMKM, padukan Tekstil dan kuliner jadi magnet wisata ekonomi kreatif |
Langkah pembenahan ini resmi
digulirkan melalui peresmian Festival Menenun Harmoni Merajut Ekonomi di KTC,
Kota Bandung, Sabtu (29/8/2026). Inisiatif ini membidik kebangkitan UMKM di
tiga kelurahan sekaligus, yakni Cigondewah Rahayu, Cigondewah Kidul, dan
Cigondewah Kaler.
Camat Bandung Kulon, Jajang
Afifudin, menegaskan bahwa keunggulan interaksi belanja fisik di KTC tidak
dapat digantikan oleh transaksi digital. Pengunjung tidak hanya sekadar melihat
gambar, tetapi bisa memegang bahan kain berkualitas secara langsung sembari
menikmati suasana kawasan.
"Kami ingin membangkitkan
kembali KTC. Orang datang ke sini bukan sekadar membeli kain, melainkan juga
menikmati wisata kuliner. Kami mendorong Karang Taruna dan pengelola untuk
menggelar agenda kuliner mingguan secara bergiliran agar kawasan ini hidup
kembali," ujar Jajang.
Sejumlah strategi utama dan fokus
pengembangan Kawasan Tekstil Cigondewah meliputi:
Konsep Night Culinary Market: Menggerakkan pasar kuliner pada sore hingga malam hari untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan lokal maupun luar kota.
![]() |
| Suasana di Cigondewah |
Sinergi Lintas Sektor: Mengait
dukungan dari Dinas Koperasi dan UKM serta mendorong keterlibatan dinas
pariwisata, perdagangan, dan ekonomi kreatif untuk penataan kawasan secara
menyeluruh.
Pemberdayaan Pemuda Kewilayahan:
Melibatkan Karang Taruna dan komunitas lokal dalam menyusun agenda promosi
ekonomi kreatif, memanfaatkan momentum Hari Jadi Kota Bandung (HJKB).
Lurah Cigondewah Rahayu, Iwan
Rohendi, menambahkan bahwa kolaborasi erat antara generasi muda, pelaku usaha,
dan pemerintah merupakan modal dasar yang vital. Sinergi ini optimistis mampu
menyulap Cigondewah menjadi ikon baru pariwisata berbasis pemberdayaan
masyarakat di Kota Bandung. (kyy/red).

