Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Data Ketenagakerjaan Diintegrasikan, Kemnaker Bidik Layanan Kerja Lebih Tepat Sasaran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:54 WIB Last Updated 2026-08-09T11:54:48Z
Klik
Kepala Barenbang Kemnaker, Anwar Sanusi : dunia kerja berubah bergitu pesat seiring perkembangan AI, Otomatisasi dan teknologi digital untuk itu data ketenegakerjaan harus diintegrasikan

 
JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Dunia kerja berubah semakin cepat seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan teknologi digital. Menghadapi perubahan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempercepat integrasi data lintas instansi untuk membuat layanan ketenagakerjaan lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan perubahan dunia kerja menuntut birokrasi tidak lagi bekerja secara sektoral.

“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Karena itu, birokrasi juga harus bergerak lebih adaptif, inovatif, dan responsif dalam memberikan pelayanan,” ujar Anwar dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (9/8/2026).

Menurut Anwar, penguatan integrasi data tersebut menjadi bagian dari transformasi digital Kemnaker sekaligus sejalan dengan konsep Life Journey 2025–2029 yang dikembangkan Kementerian PANRB.

Konsep itu mendorong layanan pemerintah terhubung berdasarkan perjalanan kehidupan masyarakat, termasuk ketika seseorang memasuki dunia kerja.

Untuk mewujudkannya, Kemnaker mengembangkan SIAPkerja sebagai ekosistem digital yang mempertemukan pencari kerja, pemberi kerja, dan berbagai layanan ketenagakerjaan dalam satu sistem.

SIAPkerja tidak hanya menyediakan layanan digital. Sistem ini juga menghimpun talent profile angkatan kerja dan company profile pemberi kerja. Data tersebut terus diperluas melalui integrasi dengan sejumlah instansi pemerintah.

Di antaranya Ditjen Dukcapil Kemendagri, BKPM, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, kementerian yang membidangi pendidikan, BKN, Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga dinas ketenagakerjaan di daerah.

“SIAPkerja bukan sekadar aplikasi tunggal, tetapi ekosistem digital yang menghimpun profil angkatan kerja dan pemberi kerja secara menyeluruh. Kekuatan utamanya terletak pada integrasi data yang terus diperluas,” kata Anwar.

Integrasi ini menjadi basis pembentukan Big Data Pasar Kerja. Kemnaker berharap data tersebut dapat memperkuat job matching, memberikan gambaran pasar kerja yang lebih akurat, sekaligus membantu pemerintah menyusun kebijakan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Transformasi ini juga diperkuat melalui kerja sama Kemnaker dengan Bank Dunia dalam proyek Labour Market Information and Skills System Transformation for Labour Market Flexibility.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem informasi pasar kerja, meningkatkan fleksibilitas tenaga kerja, dan menyiapkan sumber daya manusia agar lebih mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.

Anwar menyebut ada lima prinsip yang menjadi pijakan transformasi digital Kemnaker, yakni membangun digital mindset, memperkuat budaya kerja berbasis data, mengintegrasikan layanan lintas unit, mengutamakan kebutuhan masyarakat, serta mendorong inovasi secara berkelanjutan.

Dengan integrasi tersebut, Kemnaker menargetkan layanan ketenagakerjaan tidak hanya semakin terdigitalisasi, tetapi juga semakin mampu membaca kebutuhan pasar kerja dan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. (*/red).
×
Berita Terbaru Update