![]() |
| Ketua DPRD Jabar Dr.H. Buky Wibawa |
Menurut Buky, tata kelola
pemerintahan yang baik harus menjadi fondasi pembangunan Jawa Barat. Birokrasi
dituntut mampu mengikuti perubahan, memanfaatkan teknologi, menghadirkan
inovasi, serta membuka ruang partisipasi masyarakat.
“Di usia Jawa Barat yang ke-81 ini,
kita ingin birokrasi semakin bersih, terbuka, dan adaptif. Sehingga manfaat
pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Buky Wibawa, Rabu
(19/8/2026).
Ia menilai penguatan birokrasi
tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan Jawa Barat 2025–2029 yang
mengusung visi Jabar Istimewa, Lembur Diurus, Kota Ditata. Pelayanan publik
harus semakin mudah diakses, transparan, dan akuntabel.
Di sisi lain, Buky mengingatkan
agar prioritas pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan
pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk mempercepat penanganan kemiskinan dan pengangguran yang masih menjadi tantangan Jawa Barat.

Ketua DPRD Jabar Dr.H.Buky Wibawa
“Pemerintah perlu menyeimbangkan
prioritas. Pembangunan fisik dan pelayanan harus dibarengi dengan pemberdayaan
masyarakat untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran secara
efektif,” ujarnya.
Buky menegaskan, DPRD Jawa Barat
akan terus mendorong agar penguatan tata kelola pemerintahan dan program
pengentasan persoalan sosial berjalan konsisten dengan target RPJMD Jawa Barat
2025–2029.
Memasuki usia 81 tahun, Jawa Barat
diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi pembangunan, tetapi juga memiliki
birokrasi yang mampu bekerja cepat, bersih, dan responsif terhadap kebutuhan
masyarakat. (*/red)
