| Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono,ST |
Ono berharap pembangunan Jabar ke
depan mampu memperkecil kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan,
sekaligus memberikan perhatian lebih besar kepada masyarakat berpenghasilan
rendah.
“Harapannya sederhana, Jawa Barat
harus semakin adil. Masyarakat di desa harus mendapatkan kesempatan pembangunan
yang sama. Begitu juga masyarakat berpenghasilan rendah harus mendapat
perhatian yang lebih besar. Jadi pembangunan bukan hanya tumbuh, tetapi juga
merata dan dirasakan masyarakat,” ujar Ono Surono di Bandung, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, pemerataan pembangunan
merupakan salah satu agenda penting dalam periode pembangunan Jawa Barat
2025–2029. Pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan akses terhadap
infrastruktur, pelayanan publik, serta kesempatan ekonomi di seluruh wilayah.
Ono mengingatkan agar pembangunan tidak
terkonsentrasi di kawasan perkotaan. Masyarakat desa masih menghadapi berbagai
persoalan, mulai dari akses jalan, irigasi, pelayanan publik hingga
keterbatasan akses terhadap kegiatan ekonomi.
Karena itu, pembangunan ke depan perlu memperkuat konektivitas kota dan desa sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat perdesaan untuk berkembang secara ekonomi.
Pimpinan DPRD Jabar bersama Gubernur Jabar
“Pemerataan pembangunan itu harus
benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi hanya
terkonsentrasi di perkotaan,” katanya.
Ono juga menegaskan pentingnya
fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan kebijakan dan anggaran pemerintah
benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program
tidak semata diukur dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi dari dampak yang
dihasilkan.
“Pengawasan tidak berhenti pada
melihat apakah anggaran sudah terserap atau belum, terpenting apakah program
tersebut menghasilkan manfaat dan menjawab persoalan masyarakat. Data dan
kondisi riil di lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan prioritas,”
tegasnya.
Memasuki usia 81 tahun, Jawa Barat
diharapkan mampu menjaga pertumbuhan sekaligus memperluas pemerataan, sehingga
pembangunan tidak hanya menghasilkan angka-angka ekonomi, tetapi benar-benar
meningkatkan kualitas hidup masyarakat di setiap daerah. (*/red).