Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker: AI Bantu Deteksi Risiko, Auditor Tetap Pegang Kendali

Rabu, 30 September 2026 | 21:12 WIB Last Updated 2026-09-30T14:12:26Z
Klik
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan AI mampu menyaring jutaan data


 
YOGYAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat kerja audit internal. Namun, teknologi tersebut hanya menjadi alat bantu karena keputusan akhir tetap berada di tangan auditor.

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan AI mampu menyaring jutaan data dan menemukan pola tidak biasa secara lebih cepat, mulai dari transaksi duplikat, nilai ekstrem, hingga pola pembayaran dan pengadaan yang perlu ditelusuri.

“AI memberikan sinyal risiko; auditor melakukan validasi, memeriksa bukti, memahami konteks, menggunakan professional judgment, dan mengambil kesimpulan,” kata Cris dalam Seminar Nasional Internal Audit 2026 di Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, hasil analisis AI tidak otomatis menunjukkan kesalahan atau pelanggaran. Auditor tetap harus memastikan kualitas data, validitas analisis, keamanan, perlindungan data, serta konteks temuan sebelum menarik kesimpulan.

Karena itu, transformasi audit juga menuntut auditor menguasai literasi data, analisis data, AI, keamanan siber, critical thinking, komunikasi, hingga professional judgment.

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi dalam seminar nasional Internal Audit 2026 di Yogyakarta


“AI membantu kita menentukan di mana harus melihat, tetapi auditor yang menentukan apa maknanya,” ujarnya.

Cris menegaskan, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, nilai dasar profesi audit tidak boleh bergeser. Integritas, objektivitas, kompetensi, skeptisisme profesional, dan akuntabilitas tetap menjadi fondasi pengawasan.

“Teknologi akan terus berubah. Metode audit akan terus berkembang. Tetapi integritas, objektivitas, kompetensi, skeptisisme profesional, dan akuntabilitas harus tetap menjadi pegangan kita,” tegasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update