Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:24 WIB Last Updated 2026-08-08T11:24:53Z
Klik
Menaker Yassierli menegaskan Balai K3 hadrus menjadi Garda Terdepan pencegahan Kecelakaan Kerja


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan transformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh Indonesia agar lebih aktif mencegah kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Transformasi tersebut menggeser orientasi Balai K3 yang selama ini lebih banyak berkutat pada layanan laboratorium, administrasi, dan sertifikasi menjadi lebih proaktif melakukan edukasi, pendampingan, serta intervensi langsung kepada perusahaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan arah baru tersebut saat meninjau Balai K3 Bandung, Jumat (7/8/2026). Menurutnya, Balai K3 harus hadir sebelum kecelakaan terjadi, bukan sekadar memberikan layanan setelah persoalan muncul.

“Sekarang fungsi utamanya bergeser ke arah promotif dan preventif, yaitu memberikan edukasi dan bimbingan sebelum pengawasan atau tindakan hukum dilakukan,” ujar Yassierli.

Ia mengatakan, Balai K3 memiliki instrumen penting yang dapat membantu perusahaan menekan risiko kecelakaan, yakni Norma 100 dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Norma 100 dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mengukur tingkat kepatuhan secara mandiri, sementara SMK3 membantu mengidentifikasi serta memetakan potensi bahaya di tempat kerja sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

Menurut Yassierli, penerapan K3 tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen maupun perolehan sertifikat. Yang lebih penting adalah memastikan keselamatan benar-benar menjadi budaya dalam aktivitas kerja sehari-hari.

“Tujuannya bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi memastikan perusahaan benar-benar memahami cara menjaga keselamatan para pekerjanya,” tegasnya.

Untuk memperkuat peran di lapangan, Balai K3 juga diminta menyusun peta risiko berdasarkan data kecelakaan kerja di masing-masing wilayah. Pemetaan ini menjadi dasar menentukan sektor usaha dan daerah yang membutuhkan pembinaan serta pendampingan lebih intensif.

Menaker Yassierli bersama karyawan Balai K3 Bandung

 

Kemnaker juga membuka opsi bagi Penguji K3 untuk beralih menjadi Pengawas K3. Langkah tersebut diharapkan menambah personel yang dapat melakukan intervensi langsung di lapangan.

Di sisi lain, Yassierli mengingatkan seluruh jajaran Balai K3 menjaga integritas dan menghindari praktik pungutan liar. Menurutnya, kepercayaan dunia usaha menjadi modal penting dalam membangun ekosistem K3 yang sehat.

Melalui transformasi tersebut, Kemnaker menargetkan Balai K3 tidak lagi sekadar menjadi penyedia layanan teknis, tetapi berkembang menjadi mitra strategis perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja.

“Setiap personel di Balai K3 harus menyadari tanggung jawab mulia mereka untuk melindungi hak hidup pekerja dan menekan angka kecelakaan hingga sekecil mungkin,” pungkas Yassierli. (*/red).

×
Berita Terbaru Update