Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

12 Juta Travelers Sambangi Bandung Semester I 2026, Disbudpar Bidik Efek Ekonomi

Selasa, 01 September 2026 | 17:36 WIB Last Updated 2026-09-01T10:36:18Z
Klik
Museum Geologi merupakan salah satu Destinasi Wisata Kota Bandung banyak dikunjungi travelers


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Mobilitas menuju Kota Bandung sepanjang semester pertama 2026 tercatat mencapai sekitar 12 juta perjalanan atau travelers. Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat yang masuk ke Kota Bandung sekaligus membuka peluang besar bagi perputaran ekonomi daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan angka 12 juta tersebut menggunakan pendekatan jumlah perjalanan (travelers), yang cakupannya lebih luas dibandingkan indikator teknokratik wisatawan.

“Kalau jumlah perjalanan sekarang itu sudah mainnya ke travelers, ke jumlah perjalanan. Itu sudah sampai angka 12 jutaan,” kata Adi di Balai Kota Bandung, Senin (31/8/2026).

Menurut Adi, jumlah tersebut bahkan telah melampaui target teknokratik kunjungan wisatawan Kota Bandung tahun ini yang berada di kisaran 9,6 juta perjalanan. Perbedaannya terletak pada cakupan data.

Konsep wisatawan lebih diarahkan pada kunjungan ke objek wisata, sedangkan travelers mencakup seluruh orang yang melakukan perjalanan ke Bandung, termasuk untuk keperluan bisnis, kedinasan, pendidikan, maupun kepentingan keluarga.

“Travelers itu mereka yang bepergian. Bisa perjalanan bisnis, bisa perjalanan dinas, bisa juga orang tua yang sedang mencari anaknya untuk sekolah. Pokoknya berbagai kemungkinan dia melakukan perjalanan,” jelasnya.

Adi menyebutkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 25 juta perjalanan menuju Bandung sepanjang 2025. Dengan capaian sekitar 12 juta perjalanan hanya dalam enam bulan pertama 2026, mobilitas tersebut diperkirakan masih berada pada pola yang relatif stabil.

Meski tidak seluruhnya datang untuk berwisata, keberadaan para travelers tetap dinilai memberikan kontribusi terhadap perekonomian Bandung. Mereka berpotensi membelanjakan uang, menggunakan jasa transportasi, hingga menginap di hotel.

“Mereka tetap spending money di Bandung. Kemudian mungkin juga ada yang menginap di hotel di Bandung dan lain-lain,” ujar Adi.

Kadisbudpar Kota Bandung  Adi Junjunan Mustafa


Untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh, Disbudpar akan mengonsolidasikan data perjalanan dari berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api, kendaraan yang melintas di pintu tol, hingga bus.

Selain mobilitas domestik, kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung juga diharapkan menjadi katalis peningkatan kunjungan, khususnya wisatawan mancanegara.

Penerbangan Garuda Indonesia kembali beroperasi melalui Bandara Husein sejak 14 Agustus 2026. Disbudpar berencana melakukan konsolidasi data pada awal September untuk melihat dampaknya terhadap jumlah kunjungan.

“Yang sangat akan berubah itu adalah jumlah kunjungan wisman. Mungkin ini akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya,” kata Adi.

Tingginya angka travelers tersebut kini menjadi perhatian Disbudpar untuk tidak sekadar menghitung jumlah pergerakan manusia, tetapi juga mengukur seberapa besar mobilitas tersebut mampu diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi bagi Kota Bandung.(rob/red).

×
Berita Terbaru Update