![]() |
| Warga Korban Kebakaran SPBE Cimuning – Kota Bekasi dapat bantuan dari BAZNAS Jabar |
Bantuan tersebut bersumber dari
zakat ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penyaluran menjadi bentuk kepedulian
sekaligus upaya meringankan beban keluarga yang masih menghadapi dampak sosial
dan ekonomi akibat musibah tersebut.
Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang
Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan bantuan
diberikan secara menyeluruh kepada kelompok korban, tidak hanya keluarga yang
kehilangan anggota keluarga, tetapi juga mereka yang masih menjalani pemulihan.
“Bantuan kadedeuh ini merupakan
ikhtiar BAZNAS Jawa Barat untuk meringankan beban keluarga korban. Kami ingin
memastikan amanah zakat yang dititipkan masyarakat dapat dirasakan manfaatnya,
terutama dalam kondisi musibah seperti ini,” ujar Zaki.
Kebakaran SPBE Cimuning terjadi
pada Rabu malam, 1 April 2026, di kawasan Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning,
Kecamatan Mustikajaya. Peristiwa yang disertai ledakan tersebut turut berdampak
pada permukiman warga di sekitar lokasi. Sejumlah rumah mengalami kerusakan dan
puluhan warga menjadi korban, dengan jumlah korban yang tercatat mencapai 22
orang, terdiri dari korban meninggal dunia dan korban luka.
Salah seorang penerima bantuan, Bu
Isni, tak kuasa menahan haru. Ia kehilangan suami dan dua anaknya dalam musibah
tersebut. Menurutnya, bantuan yang diterima memang tidak dapat menggantikan
kehilangan, namun sangat berarti untuk melewati masa sulit.
“Saya berterima kasih kepada BAZNAS
Jawa Barat yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada keluarga kami. Ini
sangat berarti bagi saya untuk menghadapi masa sulit,” ungkapnya.
Zaki menegaskan, bantuan tersebut
merupakan wujud solidaritas para muzaki dan masyarakat Jawa Barat kepada warga
yang sedang tertimpa musibah. BAZNAS Jabar, kata dia, akan terus berupaya
memastikan zakat dikelola secara amanah dan manfaatnya hadir bagi masyarakat
yang membutuhkan.
Melalui penyaluran bantuan itu,
BAZNAS Jabar berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan,
sementara para korban yang masih menjalani pemulihan segera memperoleh
kesehatan.
Bantuan tersebut sekaligus menjadi
bukti bahwa zakat tidak hanya hadir melalui program pemberdayaan, tetapi juga
menjadi bagian dari respons kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat. (*/red).
