Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

HJKB ke-216: Bandung Merayakan Keberagaman dengan Semangat “Solidarity in Harmony”

Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB Last Updated 2026-09-14T12:23:09Z
Klik
HJKB ke-216, Pemkot Bandung usung tegline " Solidarity in Harmony"


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kota Bandung kembali menegaskan identitasnya sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman, pertemuan dan kolaborasi. Semangat itu diangkat dalam peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 melalui tagline “Solidarity in Harmony”.

Tagline tersebut menggambarkan Bandung sebagai ruang bersama, tempat warga, komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif hingga berbagai gagasan dapat bertemu, berinteraksi dan menciptakan sesuatu yang baru.

Semangat tersebut bukan lahir tanpa sejarah. Bandung telah melewati sejumlah titik penting yang membentuk karakter kotanya, mulai dari lahir sebagai pusat pemerintahan pada 1810, dikenal sebagai Paris van Java pada 1928, peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946, hingga Konferensi Asia-Afrika 1955. Memasuki era modern, Bandung kembali menemukan identitasnya sebagai salah satu kota kreatif sejak 2008.

Solidarity in Harmony menjadi upaya meneruskan perjalanan tersebut. Identitas visual HJKB ke-216 merupakan pengembangan dari identitas HJKB ke-215, tetapi dengan pendekatan yang lebih dinamis dan terbuka.

Jika sebelumnya elemen visual dibentuk seperti bagian-bagian yang saling mengunci dalam satu komposisi, tahun ini setiap elemen dibuat lebih bebas untuk bergerak, bertemu dan menghasilkan beragam kemungkinan susunan.

Konsep itu merefleksikan perkembangan ruang kota yang semakin terbuka bagi aktivitas masyarakat. Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Bandung mempromosikan 84 agenda pariwisata dan kebudayaan melalui Calendar of Event.

Berbagai agenda tersebut menghidupkan ruang publik, salah satunya melalui Asia Africa Festival 2025 yang menghadirkan pertunjukan budaya, bazar UMKM, komunitas seni dan aktivitas publik di kawasan Asia Afrika, Braga hingga Cikapundung.

Penguatan ruang bersama juga dilakukan melalui pengaktifan sejumlah kawasan kota, termasuk kolong Pasupati yang dikembangkan sebagai ruang kreatif bagi komunitas, seniman dan masyarakat.

Bukan Sekadar Seremonial

Dalam konsep HJKB ke-216, kata “Solidarity” merepresentasikan kebersamaan yang memungkinkan warga, komunitas dan berbagai gagasan bergerak dalam satu energi. Sementara “Harmony” tidak dimaknai sebagai keseragaman, melainkan kemampuan mengelola perbedaan agar menjadi kekuatan yang produktif.

Karena itu, HJKB ke-216 tidak sekadar menjadi perayaan usia Kota Bandung. Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bahwa keberagaman dan kebersamaan dapat menjadi energi untuk membawa Bandung terus berkembang.

Secara visual, identitas HJKB ke-216 dirancang dengan karakter hangat, ringan dan dekat dengan masyarakat. Elemen grafisnya dibuat adaptif agar mudah dikenali di berbagai media dan ukuran, termasuk dalam penggunaan satu warna.

Angka 216 menjadi salah satu elemen utama yang dirancang agar mudah dikenali dalam sekali lihat.

Melalui “Solidarity in Harmony”, HJKB ke-216 hendak menegaskan satu pesan: Bandung tidak dibangun oleh satu warna, melainkan oleh beragam elemen yang ketika bertemu mampu menciptakan harmoni dan kekuatan baru.(rob/red).

×
Berita Terbaru Update