Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BNN Gelar Pasanggiri Kawih Sinom, Farhan: Gaungkan Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda

Senin, 14 September 2026 | 19:50 WIB Last Updated 2026-09-14T12:50:46Z
Klik
Penyerahan Hadiah dan Tropy pada Grand Final Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” yang digelar BNN Jabar di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung.



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pencegahan penyalahgunaan narkoba tak selalu harus disampaikan melalui kampanye konvensional. Pemerintah Kota Bandung justru melihat seni dan budaya Sunda sebagai pintu masuk untuk menanamkan pesan antinarkoba kepada generasi muda.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan dukungannya saat menghadiri Grand Final Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” yang digelar BNN Provinsi Jawa Barat di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Farhan menilai pendekatan tersebut kreatif karena menggabungkan pelestarian seni tradisional dengan edukasi pencegahan narkoba. Ia bahkan membuka peluang agar kawih sinom antinarkoba dikembangkan menjadi bagian dari muatan lokal di sekolah.

“Saya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh Kepala BNN Provinsi. Kami akan membawa ini ke Dinas Pendidikan Kota Bandung agar bisa dijadikan sebagai muatan lokal,” ujar Farhan.

Menurutnya, pendekatan budaya memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan positif secara lebih dekat dengan karakter anak muda. Terlebih, pelajar Bandung selama ini aktif mengikuti pasanggiri dan berbagai kompetisi seni budaya Sunda.

Rasa Ingin Tahu dan FOMO Jadi Tantangan

Di luar pendekatan seni, Farhan mengingatkan bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari keluarga dan sekolah. Dua faktor yang perlu mendapat perhatian serius adalah rasa ingin tahu dan tekanan pergaulan atau fear of missing out (FOMO).

Rasa ingin tahu yang tidak diarahkan dapat mendorong remaja mencoba hal-hal berisiko. Sementara FOMO dapat membuat anak takut dianggap berbeda ketika menolak ajakan teman.

Wali kota Bandung M.Farhan menyerahkan Tropy dan Hadiah bagi pemenang Pasanggiri Kawih Sinom


“Hal pertama yang mesti dilakukan dalam kerangka pencegahan dini adalah bagaimana kita bisa mengendalikan rasa ingin tahu para remaja. Nomor dua, peer pressure atau tidak mau ketinggalan dengan orang lain. Jadi ada dua, rasa ingin tahu dan FOMO,” kata Farhan.

Ia menilai kedua hal tersebut sebenarnya dapat diarahkan menjadi energi positif, misalnya untuk mengejar prestasi dan mengembangkan kemampuan. Karena itu, keluarga menjadi benteng pertama dalam membentuk ketahanan anak terhadap pengaruh negatif.

“Para orang tua di keluarga terutama itu jadi gerbang pertama untuk bisa mengendalikan rasa ingin tahu dan juga FOMO dari anak-anak kita,” tuturnya.

Diikuti 182 Peserta

Pasanggiri Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” berlangsung secara daring pada 10–31 Agustus 2026. Ajang tersebut mendapat respons dari berbagai daerah di Jawa Barat dengan 182 peserta mengikuti proses seleksi hingga babak final.

Selain memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar, pemuda dan masyarakat menyampaikan pesan antinarkoba melalui seni tradisional.

Pada kategori pelajar, juara pertama diraih Muhammad Rafi Putra Pangestu, disusul Asep Tatang Hidayat dan Griselda Martatila Putri.

Sementara kategori umum dimenangkan Wendy Widya Rahayu, diikuti Eva Purnama Dewi dan Destiana Erlinda Dewi.

Piala dan hadiah bagi para pemenang diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada akhir acara. (rob/red).

×
Berita Terbaru Update