![]() |
| Anggota DPRDD Jabar Tati Supriati Irwan memberikan Pendidikan Demokrasi di MA Al Barqunnajah Kec. Cipongkor Kab.Bandung Barat |
BANDUNG BARAT — Pendidikan
demokrasi tak cukup hanya dipelajari melalui buku. Di MA Al-Barqunnajah,
Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ratusan siswa mendapat
kesempatan berdialog langsung dengan wakil rakyat tentang politik, tata negara
hingga tugas dan fungsi DPRD.
Momentum tersebut hadir melalui
program “DPRD Mengabdi Dalam Pendidikan Demokrasi” yang dibawa Anggota DPRD
Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Tati Supriati Irwan, S.Sos., Senin
(14/9/2026).
Kehadiran Tati di tengah lingkungan
sekolah disambut antusias siswa dan guru. Dialog berlangsung interaktif, dengan
para pelajar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melontarkan berbagai
pertanyaan mengenai peran DPRD serta bagaimana lembaga legislatif menjalankan
fungsi representasi masyarakat.
Bagi Tati, perjumpaan langsung
dengan pelajar menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman demokrasi sejak
dini. Generasi muda, kata dia, perlu mengenal kehidupan berbangsa dan bernegara
sebelum kelak mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.
“Pendidikan demokrasi sangat
penting ditanamkan sejak dini. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan
memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin masa depan,” ujar Tati.
Doa Siswa Jadi Energi Pengabdian
![]() |
| Tati Supriati bersama Guru dan Siswa MA AlBarqunnajah Cipongkor-KBB |
Ada momen berbeda di penghujung
kegiatan. Seorang perwakilan siswi MA Al-Barqunnajah menyampaikan doa untuk
Tati Supriati agar tetap diberi kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai wakil
rakyat.
Doa sederhana tersebut justru
menjadi bagian yang paling menyentuh bagi Tati. Ia mengaku pesan dan doa para
siswa menjadi energi baru untuk terus bekerja dan memberikan manfaat bagi
masyarakat.
“Doa yang disampaikan dari siswi
dan murid MA Al-Barqunnajah di Cipongkor ini menjadi penyemangat yang luar
biasa bagi saya. Ini adalah energi baru bagi saya untuk terus melangkahkan
kaki, melakukan yang terbaik, dan memastikan keberadaan saya di parlemen bisa
membawa manfaat yang luas bagi sesama,” tutur Tati.
Menurutnya, pengabdian seorang
legislator tidak hanya berlangsung di ruang sidang atau melalui pembahasan kebijakan.
Hadir di tengah masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan, juga menjadi cara
untuk mendengar sekaligus membangun komunikasi dengan generasi muda.
Pihak MA Al-Barqunnajah pun
menyambut positif kegiatan tersebut. Kehadiran legislator secara langsung
dinilai memberikan pengalaman pendidikan politik yang berbeda bagi siswa karena
mereka dapat berinteraksi dengan pengambil kebijakan tanpa sekat.
Kegiatan itu sekaligus menjadi
pengingat bahwa demokrasi tidak hanya tentang pemilu dan kursi kekuasaan, tetapi
juga tentang keberanian bertanya, memahami tanggung jawab, serta menyiapkan
generasi muda untuk ikut menentukan masa depan bangsa. (Adip/sein).

