![]() |
| Peringati Hari Literasi 2026 , IKWI Pusat gelar Leadership Berintegritas, Bersinergi dan Adaftif secara hybrid, diikuti pengurus IKWI tingkat Provinsi se Indonesia |
Sekitar 150 peserta dari berbagai
daerah mengikuti kegiatan yang menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus
konsolidasi organisasi IKWI tersebut. Materi kepemimpinan disampaikan Jiean
Ajiyanpi N, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab bersama peserta.
Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana
mengatakan, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut
pemimpin tidak hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga
memegang nilai yang kuat.
“Seorang pemimpin harus memiliki
nilai-nilai yang kuat, yaitu integritas, loyalitas, sinergi, dan kemampuan
beradaptasi,” ujar Indah.
Menurutnya, integritas menjadi
fondasi utama kepemimpinan karena berkaitan langsung dengan kepercayaan.
Sementara literasi di era digital tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan
membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring, memverifikasi,
dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
“Jangan sampai kita menjadi
pemimpin yang cepat bereaksi tetapi lambat memahami. Jangan sampai kita mudah
percaya pada suatu informasi, tetapi malas melakukan verifikasi,” tegasnya.
Indah juga menilai budaya literasi
harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Nilai kejujuran,
tanggung jawab, penghargaan terhadap perbedaan, serta penggunaan teknologi
secara bijak menjadi bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan.
“Kepemimpinan sesungguhnya tidak
selalu dimulai dari ruang rapat, jabatan, atau organisasi. Kepemimpinan dimulai
dari diri sendiri dan dari rumah kita masing-masing,” katanya.
Ketua Panitia Hari Literasi IKWI
2026, Rabiatun, menambahkan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Bidang
Organisasi dan Bidang Pendidikan PP IKWI. Kolaborasi itu diarahkan untuk
memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya
manusia.
“Kita ingin setiap Ketua IKWI, baik
di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, bukan sekadar menjadi pemegang
jabatan, tetapi menjadi penggerak organisasi yang mampu merangkul anggota,
mengembangkan potensi, membangun kerja sama, serta menyiapkan keberlanjutan
organisasi,” ujarnya.
Pengurus IKWI Provinsi mengikti peringatan Hari Literasi IKWI 2026 secara Hybrid
Rabiatun menegaskan, kekuatan IKWI
terletak pada kemampuan seluruh pengurus membangun kebersamaan dan bergerak
dalam satu arah. Konsolidasi pusat dan daerah juga dinilai penting agar program
organisasi tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan dalam kegiatan nyata.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan
Deklarasi/Komitmen Literasi Kepemimpinan IKWI dan komitmen bersama Ketua IKWI
se-Indonesia. Momentum tersebut diharapkan memperkuat soliditas organisasi
sekaligus mendorong IKWI menjadi organisasi yang semakin adaptif menghadapi
perubahan. (*/red).
.jpeg)