Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lestarikan Seni Tradisional, Pemkot Bandung Gelar 'Badaya' dan Siapkan Rumentang Siang Jadi Panggung Rutin

Senin, 26 Oktober 2026 | 20:46 WIB Last Updated 2026-10-26T13:46:18Z
Klik

Pemkot Bandung perkuat pelestarian Seni tradisional Sunda melalui BADAYA



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali memperkuat komitmen pelestarian seni tradisional Sunda melalui gelaran Bandung Utama Ngabudaya (Badaya). Perhelatan budaya ini berlangsung meriah di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Babakan Ciparay, Minggu (25/10/2026).

Ajang Badaya menjadi wadah apresiasi sekaligus ruang ekspresi bagi para seniman lokal yang tumbuh di tengah masyarakat Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa seni merupakan cerminan ekspresi budaya paling nyata yang hidup dalam sendi masyarakat, sehingga membutuhkan wadah pementasan yang berkelanjutan.

“Budaya masuk ke dalam jiwa kita melalui nilai dan norma, tetapi ekspresi yang paling terlihat adalah seni. Untuk itu, kita harus menghargai seni dengan memberikannya ruang untuk terus berkarya,” ujar Farhan.

Akan Aktifkan Kembali Gedung Kesenian Rumentang Siang

Guna mendukung ruang ekspresi seniman secara konsisten, Farhan membeberkan rencana Pemkot Bandung untuk menghidupkan kembali Gedung Kesenian Rumentang Siang sebagai pusat pertunjukan seni tradisional saban pekan.

Empat cabang kesenian utama yang siap dipentaskan secara bergilir meliputi:

Wayang Golek: Dirancang hadir secara rutin satu kali setiap bulan.

Jaipongan & Kembang Sunda: Ditampilkan melalui proses seleksi talenta lokal.

Pencak Silat: Menjadi pertunjukan seni bela diri tradisional yang turut mengisi panggung.

Farhan meminta perangkat daerah terkait segera mengalokasikan dukungan anggaran agar Rumentang Siang dapat aktif kembali melayani publik.


Pegelaran Badaya di  Lapang Parkir Sarana Olahraga, Babakan Ciparay


Dorong Badaya Masuk Kalender Wisata Kota

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan bahwa Badaya telah sukses dihelat di tiga kawasan (Bandung Timur, Tengah, dan Barat). Melihat antusiasme warga, pihaknya menargetkan Badaya masuk ke dalam Kalender Pariwisata Kota Bandung pada tahun mendatang.

Dukungan serupa disuarakan Anggota DPRD Kota Bandung, Heri Hermawan. Ia menilai kawasan Babakan Ciparay, Bandung Kulon, dan Bojongloa Kidul memiliki konsentrasi pelaku seni yang tinggi, sehingga ajang seperti Badaya krusial untuk menjaga kelestarian budaya Sunda. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update