Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

HJKB ke-216, Bandung Perkuat Penanganan Sampah dan Layanan Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB Last Updated 2026-09-26T15:14:33Z
Klik
Tumpukan sampah Kota Bandung diolah dgn layanan Digital



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Penanganan sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda utama Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong kota yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmen tersebut saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).

Menurut Farhan, persoalan lingkungan, khususnya sampah, masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan bersama. Penanganannya pun harus dimulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan masyarakat.

“Tantangan pertama adalah ekologi dan lingkungan. Penanganan sampah masih merupakan tantangan yang besar bagi kita semuanya,” ujar Farhan.

Pemkot Bandung akan memperkuat pengelolaan sampah berbasis kewilayahan melalui Gerakan Bandung Selatan Mengolah Sampah Mandiri (Gaslah). Program tersebut akan didukung penyediaan sarana pengolahan sampah organik hingga tingkat RT.

“Program Gaslah akan disusul dengan penyediaan kompos di seluruh RT di Kota Bandung sebanyak hampir mendekati 10.000 titik,” katanya.

Selain pengolahan dari sumber, Pemkot Bandung juga mengembangkan pemanfaatan teknologi, termasuk pengolahan sampah organik, teknologi termal, dan Solid Recovered Fuel (SRF) bersama pemerintah pusat.

Pengelolaan Sampah Kota Bandung


 

Dorong Pemerintahan Serba Digital

Di sisi lain, transformasi digital menjadi bagian penting dalam pembenahan pelayanan publik. Pada momentum HJKB ke-216, Pemkot Bandung memperkenalkan Halo Bandung sebagai super app yang mengintegrasikan berbagai informasi dan layanan pemerintah dalam satu platform.

Farhan mengatakan, aplikasi tersebut diharapkan membuat pelayanan lebih cepat, mudah diakses, responsif, transparan, dan akuntabel.

“Halo Bandung adalah upaya untuk membangun pemerintahan yang responsif, terbuka, accountable dan transparan,” tegasnya.

Menurut Farhan, pembenahan lingkungan dan digitalisasi pemerintahan merupakan bagian dari langkah membangun Bandung yang lebih maju sekaligus nyaman bagi masyarakat.

Ia menekankan keberhasilan agenda tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, warga, komunitas, akademisi hingga dunia usaha.

“Solidarity in Harmony harus menjadi semangat bersama untuk menjaga, merawat, dan membangun Kota Bandung,” pungkasnya. (*)


×
Berita Terbaru Update