![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan pda acara Great Bandung Bazaar Bayar Pakai Sampah |
Warga cukup membawa sampah
anorganik seperti botol plastik dan kaleng untuk ditukarkan dengan voucher.
Voucher tersebut kemudian dapat digunakan untuk memperoleh layanan pemeriksaan
kesehatan dan kacamata secara gratis.
Kegiatan yang digagas komunitas
Great Bandung ini menjadi cara kreatif mengajak masyarakat lebih peduli
terhadap persoalan sampah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.
Ketua Great Bandung, Kiki Wiriyanti
Sugata, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye kepedulian
lingkungan yang melibatkan masyarakat dari berbagai generasi, latar belakang
budaya, dan agama.
![]() |
| Great Bandung Bazaar Bayar Pakai Sampah juga dilakukan pemeriksaan Kesehatan Mata dan 1.000 kacamata Gratis |
Hal serupa dilakukan Yudi. Ia membawa botol kaleng dan botol minuman bekas yang kemudian ditukar dengan kupon untuk pemeriksaan mata dan memperoleh kacamata.
Menurut Yudi, kegiatan semacam ini
perlu diperluas karena persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada
pemerintah.
“Penanganannya nggak cukup dari
pemerintah aja. Dari kita juga harusnya,” katanya.
Selain mengangkat isu lingkungan
dan kesehatan, bazar tersebut turut memberi ruang bagi sekitar 30 UMKM dari
berbagai kecamatan di Kota Bandung. Mereka menawarkan makanan, minuman,
kerajinan hingga pakaian dengan harga mulai Rp10.000.
![]() |
| Warga antusias menukar sampah pada Bazaar Great Bandung |
Ia berharap kegiatan serupa kembali
digelar dengan cakupan lebih luas sehingga semakin banyak masyarakat dan UMKM
yang mendapatkan manfaat.
Bazar Great Bandung 2026
menunjukkan bahwa kampanye lingkungan tidak harus berhenti pada ajakan menjaga
kebersihan. Dengan pengelolaan yang kreatif, sampah bisa menjadi alat edukasi,
membuka akses layanan kesehatan, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. (*/red).


.jpeg)