Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Anugerah Dewan Pers 2026, KDM Sentil Kekacauan Medsos dan Minta Dewan Pers Kembali Jadi Lembaga Bergengsi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:04 WIB Last Updated 2026-10-30T16:04:43Z
Klik
Anugrah Dewan Pers 2026, KDM : kekacauan Medsos dan minta Dewan Pers kembali jadi LEmbaga Bergengsi



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA — Di tengah maraknya manipulasi informasi dan glorifikasi kebebasan di media sosial, pers nasional dituntut untuk mengembalikan martabatnya sebagai rujukan utama kebenaran. Pesan tajam tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam gelaran Anugerah Dewan Pers 2026 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema "Kemerdekaan Pers, Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan Media", KDM membedah dilema serta ketidakadilan yang tengah membayangi industri pers saat ini.

Kritik Menohok: Medsos Bebas Etika, Pers Bertanggung Jawab Malah Tergerus

KDM menyoroti kontras antara insan pers profesional yang terikat kode etik dengan warganet di media sosial yang bebas tanpa batas hukum maupun etika organisasi. Kondisi ini acap kali melahirkan stigma liar dan penganiayaan karakter di ruang publik.

"Ancaman ke depan adalah lahirnya orang yang tidak beradab. Orang yang bertanggung jawab dan memiliki peradaban nyaris kehilangan pendapatan, sedangkan yang tidak beradab justru mendapat banyak order," kritik KDM.

Ia menambahkan, terdegradasinya kualitas jurnalisme juga dipicu oleh oknum yang memanfaatkan profesi pers demi kepentingan pribadi. Dampaknya, citra media secara keseluruhan ikut tercoreng. Menurutnya, ketakutan terbesar insan pers hari ini bukanlah ancaman kekuasaan, melainkan ancaman terhentinya operasional akibat biaya produksi yang kian menipis.

Gubernur KDM menerima penghargaan Dewan Pers 2026


Dorong Dewan Pers Publikasikan Media Kredibel dan Beri Santunan

Guna menyelamatkan iklim demokrasi, KDM meminta Dewan Pers untuk mengambil langkah proaktif dalam memilah dan mengumumkan media serta jurnalis yang benar-benar berintegritas kepada publik.

Langkah ini dinilai krusial agar pers kembali menjadi lembaga yang bergengsi, dihormati, dan menjadi benteng pertahanan kebenaran di era banjir informasi.

Di akhir acara, Gubernur Jabar tersebut turut menyerahkan santunan masing-masing sebesar Rp50 juta kepada keluarga jurnalis yang hingga kini belum ditemukan saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

 

×
Berita Terbaru Update