![]() |
| Anugrah Dewan Pers 2026, KDM : kekacauan Medsos dan minta Dewan Pers kembali jadi LEmbaga Bergengsi |
Mengusung tema "Kemerdekaan
Pers, Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan Media", KDM membedah dilema
serta ketidakadilan yang tengah membayangi industri pers saat ini.
Kritik Menohok: Medsos Bebas Etika, Pers
Bertanggung Jawab Malah Tergerus
KDM menyoroti kontras antara insan
pers profesional yang terikat kode etik dengan warganet di media sosial yang
bebas tanpa batas hukum maupun etika organisasi. Kondisi ini acap kali
melahirkan stigma liar dan penganiayaan karakter di ruang publik.
"Ancaman ke depan adalah
lahirnya orang yang tidak beradab. Orang yang bertanggung jawab dan memiliki
peradaban nyaris kehilangan pendapatan, sedangkan yang tidak beradab justru
mendapat banyak order," kritik KDM.
Ia menambahkan, terdegradasinya kualitas jurnalisme juga dipicu oleh oknum yang memanfaatkan profesi pers demi kepentingan pribadi. Dampaknya, citra media secara keseluruhan ikut tercoreng. Menurutnya, ketakutan terbesar insan pers hari ini bukanlah ancaman kekuasaan, melainkan ancaman terhentinya operasional akibat biaya produksi yang kian menipis.

Gubernur KDM menerima penghargaan Dewan Pers 2026
Dorong Dewan Pers Publikasikan
Media Kredibel dan Beri Santunan
Guna menyelamatkan iklim demokrasi,
KDM meminta Dewan Pers untuk mengambil langkah proaktif dalam memilah dan
mengumumkan media serta jurnalis yang benar-benar berintegritas kepada publik.
Langkah ini dinilai krusial agar
pers kembali menjadi lembaga yang bergengsi, dihormati, dan menjadi benteng
pertahanan kebenaran di era banjir informasi.
Di akhir acara, Gubernur Jabar
tersebut turut menyerahkan santunan masing-masing sebesar Rp50 juta kepada
keluarga jurnalis yang hingga kini belum ditemukan saat menjalankan tugas
peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
