Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Belajar dari GBLA, Pemkab Malang Siapkan Kanjuruhan Jadi Pusat Aktivitas dan Ekonomi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:51 WIB Last Updated 2026-10-08T02:51:58Z
Klik
Sekdakot Bandung Iskandar Zilkarnain paparkan strategi pengelolaan Kawasan Stadion GBLA


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menjadikan pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai rujukan dalam menyiapkan model pengelolaan Stadion Kanjuruhan. Stadion diharapkan tidak sekadar menjadi arena pertandingan, tetapi juga mampu menghidupkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di sekitarnya.

Bupati Malang Sanusi bersama jajaran DPRD dan kepala perangkat daerah melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Bandung, Rabu (7/10/2026). Rombongan diterima Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain dan jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Kami ingin belajar ke Kota Bandung yang sudah lebih dahulu melakukan pengelolaan stadionnya, terutama bagaimana tata kelola kerja sama dengan pihak ketiga,” ujar Sanusi.

Menurut Sanusi, Pemkab Malang tengah menyiapkan pola pengelolaan Kanjuruhan yang mencakup skema kemitraan, pembagian risiko, pemeliharaan aset, kontribusi mitra hingga jangka waktu kerja sama. Konsepnya, kawasan stadion tetap hidup meski tidak sedang menggelar pertandingan.

Pengalaman Bandung menjadi salah satu bahan pembelajaran. Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengatakan keputusan menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan GBLA ditempuh karena kemampuan pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam membiayai operasional dan pemeliharaan stadion.

“Pemerintah kalau mengelola sendiri ada keterbatasan. Sehingga akhirnya kami berpikir bagaimana caranya agar dikerjasamakan, bermitra,” katanya.

Sekdakot Bandung Iskandar menerima cindramata dari Bupati Malang

 
Kepala Dispora Kota Bandung Sigit Iskandar menjelaskan, kemitraan GBLA diarahkan bukan hanya untuk menjaga aset, tetapi juga meningkatkan profesionalisme pengelolaan, kenyamanan pengunjung, serta aktivitas ekonomi kawasan. Mitra turut menanggung kewajiban pemeliharaan dan pengembangan, sementara pemerintah memperoleh kontribusi tetap dan bagi hasil sesuai skema kerja sama.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan agar GBLA tidak bergantung pada pertandingan sepak bola. Kawasan stadion diarahkan menjadi ruang olahraga, hiburan, kuliner dan sport tourism, termasuk melalui penataan UMKM serta rencana pengembangan museum, stadium tour, dan mega store.

Pola serupa menjadi perhatian Pemkab Malang untuk Kanjuruhan. Selain aspek bisnis, rombongan juga mendalami mekanisme pemilihan mitra, perjanjian kerja sama, kewajiban investasi, mitigasi risiko, keselamatan stadion hingga pengawasan dan evaluasi.

Bagi Pemkab Malang, pengalaman GBLA menjadi pijakan untuk mengubah cara pandang terhadap stadion: dari sekadar aset olahraga menjadi kawasan yang produktif, terawat, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. (ziz/red). 

×
Berita Terbaru Update