![]() |
| Tim Monev BPDAS Citarum-Ciliwung dan CDK Wilyah IV Cianjur meninjau bangunan konservasi Tanah dan Air di Desa Ciloto KEc. Cipanas Kab. Cianjur |
Hal itu menjadi perhatian Balai
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung bersama Cabang Dinas
Kehutanan (CDK) Wilayah IV Cianjur saat melakukan Monitoring dan Evaluasi
(Monev) serta penilaian Immediate Outcome bangunan Konservasi Tanah dan Air
(KTA) di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, belum lama ini.
Peninjauan dilakukan di wilayah
Kelompok Tani Hutan (KTH) Remaja Tani, meliputi dam penahan dan gully plug yang
berfungsi memperlambat aliran air, menekan erosi, serta mengurangi sedimentasi
menuju wilayah hilir.
Kepala BPDAS Citarum Ciliwung Heru
Permana mengatakan, evaluasi diperlukan untuk melihat kondisi sekaligus manfaat
nyata bangunan KTA dalam mendukung pengelolaan DAS, khususnya di kawasan hulu.
“Bangunan konservasi memiliki peran penting dalam mengendalikan erosi dan aliran permukaan serta mengurangi sedimentasi,” ujarnya.
.jpeg)
BPDAS Citarum-Ciliwung dan CDK Wilyah IV Cianjur Monev bangunan konservasi Tanah dan Air
Menurutnya, bangunan tersebut juga
mendukung pemulihan dan pemeliharaan fungsi hidrologis DAS Citarum. Karena itu,
keberadaannya harus diikuti perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan.
KTH Remaja Tani dilibatkan dalam
pemeliharaan dan pengawasan bangunan konservasi. Peran masyarakat dinilai
penting agar hasil pembangunan tidak berhenti sebagai infrastruktur, tetapi
terus memberikan manfaat ekologis bagi kawasan sekitar.
Hasil evaluasi selanjutnya menjadi
bahan pemerintah untuk mengukur efektivitas pembangunan KTA sekaligus
memperkuat strategi konservasi tanah dan air dari hulu hingga hilir.
Konservasi di Ciloto pun diharapkan
tidak sekadar menahan laju erosi, tetapi ikut menjaga keberlanjutan tanah, air,
dan fungsi DAS Citarum dalam jangka panjang. (*/red).
.jpeg)