Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BPDAS Citarum-Ciliwung Bersama CDK Wilayah IV Cianjur Monev Bangunan Konservasi di Ciloto-Cipanas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:18 WIB Last Updated 2026-10-07T02:23:56Z
Klik
Tim Monev BPDAS Citarum-Ciliwung dan CDK Wilyah IV Cianjur  meninjau bangunan konservasi Tanah dan Air di Desa Ciloto KEc. Cipanas Kab. Cianjur



CIANJUR, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menjaga kawasan hulu tak cukup dengan membangun infrastruktur konservasi. Pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar fungsi bangunan penahan erosi tetap berjalan.

Hal itu menjadi perhatian Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Cianjur saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta penilaian Immediate Outcome bangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA) di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, belum lama ini.

Peninjauan dilakukan di wilayah Kelompok Tani Hutan (KTH) Remaja Tani, meliputi dam penahan dan gully plug yang berfungsi memperlambat aliran air, menekan erosi, serta mengurangi sedimentasi menuju wilayah hilir.

Kepala BPDAS Citarum Ciliwung Heru Permana mengatakan, evaluasi diperlukan untuk melihat kondisi sekaligus manfaat nyata bangunan KTA dalam mendukung pengelolaan DAS, khususnya di kawasan hulu.

“Bangunan konservasi memiliki peran penting dalam mengendalikan erosi dan aliran permukaan serta mengurangi sedimentasi,” ujarnya.

BPDAS Citarum-Ciliwung dan CDK Wilyah IV Cianjur Monev bangunan konservasi Tanah dan Air

 

Menurutnya, bangunan tersebut juga mendukung pemulihan dan pemeliharaan fungsi hidrologis DAS Citarum. Karena itu, keberadaannya harus diikuti perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan.

KTH Remaja Tani dilibatkan dalam pemeliharaan dan pengawasan bangunan konservasi. Peran masyarakat dinilai penting agar hasil pembangunan tidak berhenti sebagai infrastruktur, tetapi terus memberikan manfaat ekologis bagi kawasan sekitar.

Hasil evaluasi selanjutnya menjadi bahan pemerintah untuk mengukur efektivitas pembangunan KTA sekaligus memperkuat strategi konservasi tanah dan air dari hulu hingga hilir.

Konservasi di Ciloto pun diharapkan tidak sekadar menahan laju erosi, tetapi ikut menjaga keberlanjutan tanah, air, dan fungsi DAS Citarum dalam jangka panjang. (*/red).

×
Berita Terbaru Update