![]() |
| Pemkot Bandung kebut pekerjaan Drainase dan Trotoar |
Dari jumlah tersebut, rehabilitasi
drainase mencapai 50 paket sepanjang 7,2 kilometer dari target tahunan 14
kilometer. Sementara pembangunan drainase sebanyak sembilan paket sepanjang 3,9
kilometer telah memenuhi target tahunan.
Di sektor trotoar, rehabilitasi
sepanjang 1,9 kilometer dan pembangunan sepanjang 2,4 kilometer juga telah
mencapai target tahun ini.
Kepala Bidang Drainase dan Trotoar
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung Kiki Rosani Rifqi mengatakan,
sejumlah proyek besar masih dikebut, termasuk pekerjaan di kawasan Samsat
Soekarno Hatta dan Cisaranten.
“Dua paket lelang drainase yang
penting dan nilainya miliaran sudah hampir selesai,” ujar Kiki, Rabu
(30/9/2026).
Progres pekerjaan di Samsat
Soekarno Hatta saat ini sekitar 30 persen, sedangkan proyek di Cisaranten
mencapai 60 persen. Adapun pekerjaan crossing drainase di Jalan Turangga sudah
mencapai 93 persen dan ditargetkan rampung 9 Oktober 2026.
Menurut Kiki, pekerjaan crossing memiliki tantangan karena bersinggungan langsung dengan lalu lintas. Pengerjaan harus dilakukan dalam waktu terbatas agar tidak mengganggu mobilitas kendaraan.
![]() |
| Pekerjaan Drainase di Kota Bandung |
“Kalau crossing yang sifatnya
menyeberang jalan, tentunya lalu lintas tidak bisa terganggu. Jadi harus satu
malam beres,” katanya.
Pemkot Bandung menargetkan
pekerjaan drainase yang tersisa dapat dituntaskan bertahap sepanjang Oktober,
terutama sebelum hujan lebat berlangsung. Namun, cuaca menjadi salah satu
kendala yang dapat mengganggu jadwal pekerjaan, termasuk pengecoran.
“Targetnya sebelum musim hujan.
Oktober awal, Oktober akhir minimal, menjelang hujan lebat sudah selesai
semuanya,” ujar Kiki.
Pemkot Bandung berharap percepatan
tersebut dapat memperkuat fungsi drainase sekaligus mengurangi potensi genangan
ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai melanda Kota Bandung. (kyy/red).

