![]() |
| Musisi,dr. Rusli Zainudin Sindir Manusia Modern Lewat “Budak Cinta” |
Dirilis 5 Oktober 2026, lagu ini
bukan sekadar kisah romantis. “Budak Cinta” menggambarkan bagaimana manusia
kehilangan kebebasan karena terjebak pekerjaan, waktu, ambisi, materi, hingga
keinginan mendapat pengakuan.
“Saya kadang merasa seperti budak
waktu, budak pekerjaan. Pulang malam, capek, tetapi hasilnya terasa
begitu-begitu saja. Lagu ini sebenarnya sindiran terhadap kehidupan saya
sendiri,” ujar Rusli kepada awak media di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Sebagai dokter dengan rutinitas
panjang, Rusli memahami bagaimana manusia terlalu sibuk mengejar target hingga
lupa menikmati kebahagiaan sederhana. “Jangan sampai kita diperbudak oleh
sesuatu yang justru merugikan hidup kita sendiri,” tuturnya.
Dari sisi musikal, Rusli
mengeksplorasi konsep Hipdut, perpaduan dangdut, hip-hop, nuansa Melayu, dan
ritme Latin. Awalnya ia membayangkan lagu bernuansa Melayu modern, tetapi
aransemen bersama Denny MK mengembangkannya menjadi perpaduan genre yang lebih
berani.
![]() |
| Musisi, dr.Rusli Zainudin Sindir Manusia Modern Lewat “Budak Cinta” |
Untuk video musik, Rusli terlibat
langsung sebagai produser, penulis skenario, sutradara, hingga mengarahkan
koreografi. Ia bahkan terjatuh dan tangannya terluka saat berlatih hingga dini
hari demi menemukan gerakan yang sesuai karakter Hipdut.
Meski aktif bermusik, Rusli
menegaskan profesi dokter tetap prioritas. “Kalau ada pasien yang membutuhkan
pertolongan, tentu profesi dokter harus didahulukan,” tegasnya.
Rusli berharap “Budak Cinta” tidak
hanya menghibur, tetapi menyentuh emosi dan pemikiran pendengar. Ia juga
bervisi membawa Hipdut dikenal lebih luas, termasuk di panggung internasional.
“Setiap perjalanan selalu dimulai dari satu langkah kecil,” ujarnya. (Fadhli/red).
.jpg)
.jpg)