![]() |
| Tommy Jonathan Sinaga (foto:ist). |
Banyak orang pandai berbicara tentang komitmen,
tanggung jawab, dan kepercayaan. Namun, ketika tiba waktunya membuktikan
ucapan, tidak sedikit yang justru mencari alasan, menyalahkan keadaan, bahkan
menghindari konsekuensi dari perbuatannya sendiri.
Fenomena ini menjadi refleksi menarik dalam
kehidupan sehari-hari. Sebab, persoalan tanggung jawab bukan hanya menyangkut
hubungan antarmanusia, tetapi juga mencerminkan kualitas karakter, integritas,
dan kedewasaan seseorang.
Melalui 30 ungkapan bijak tentang tanggung jawab,
Tommy Jonathan Sinaga mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dari sudut
pandang yang lebih mendalam. Pesan-pesannya menyoroti kebiasaan mengingkari
janji, melempar kesalahan, serta menjadikan keadaan sebagai alasan untuk
menghindari kewajiban.
Salah satu ungkapan yang menarik untuk direnungkan
berbunyi, “Minta maaf tanpa memperbaiki hanyalah cara sopan untuk mengulang
kesalahan yang sama.”
Kalimat sederhana ini mengandung pesan kuat.
Meminta maaf memang penting, tetapi tanpa perubahan sikap, permintaan maaf
hanya menjadi rangkaian kata yang kehilangan makna. Tanggung jawab seharusnya
dibuktikan melalui tindakan, bukan sekadar pengakuan atau janji.
Tommy Jonathan Sinaga, yang lahir di
Pematangsiantar pada 4 April 1999, dikenal sebagai pemikir filosofis dan pakar
teknologi informasi yang juga menekuni kepenulisan serta penelitian ilmiah.
Melalui pemikirannya, ia mengangkat tanggung jawab sebagai nilai penting yang
harus hadir dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, hingga kepemimpinan.
Ketika Alasan Menjadi Kebiasaan
Salah satu persoalan yang sering menghambat
kedewasaan adalah kebiasaan menyalahkan orang lain. Ketika menghadapi
kegagalan, seseorang terkadang lebih sibuk mencari pihak yang dianggap bersalah
daripada mengevaluasi keputusan dan tindakannya sendiri.
Ungkapan Tommy, “Kedewasaan bukan soal umur yang
bertambah, melainkan alasan yang berkurang,” menjadi pengingat bahwa kematangan
pribadi tidak otomatis hadir seiring bertambahnya usia.
Orang dewasa bukan mereka yang tidak pernah
melakukan kesalahan, melainkan mereka yang bersedia belajar, memperbaiki diri,
dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Tanggung Jawab Adalah Ukuran Integritas
Tanggung jawab juga memiliki makna lebih luas
daripada sekadar menyelesaikan pekerjaan. Dalam keluarga, tanggung jawab
berarti hadir dan menjalankan kewajiban. Dalam pekerjaan, berarti menjaga
kepercayaan dan menuntaskan amanah. Sementara dalam kepemimpinan, tanggung
jawab berarti berani mengambil konsekuensi atas keputusan yang dibuat.
Tommy mengingatkan melalui salah satu ungkapannya,
“Tanggung jawab tidak pernah hilang karena kau menghindarinya, ia hanya
berpindah ke pundak orang lain.”
Pesan ini relevan dengan berbagai persoalan sosial.
Ketika seseorang mengabaikan kewajibannya, sering kali ada orang lain yang
harus menanggung beban akibat kelalaian tersebut.
Karena itu, integritas tidak cukup diukur dari
bagaimana seseorang berbicara di hadapan orang lain. Justru ketika tidak ada
yang mengawasi, sikap bertanggung jawab menjadi ujian sesungguhnya.
30 Kata Bijak sebagai Bahan Renungan :
Berikut 30 ungkapan Tommy Jonathan Sinaga tentang
tanggung jawab yang dapat menjadi refleksi dalam kehidupan sehari-hari:
1. 1. Kau bukan korban dari semua yang kau pilih sendiri. Berhenti menyalahkan keadaan.
2. Menyalahkan orang lain adalah cara paling murah
untuk tetap tidak berubah.
3. Janji tanpa tindakan bukan niat baik, melainkan
kebohongan yang belum ketahuan.
4. Orang yang lari dari akibat perbuatannya sedang
mewariskan akibat itu kepada orang yang tak bersalah.
5. Jangan pamer kata “aku sibuk” bila yang kau hindari
sebenarnya kewajibanmu.
6. Tidak ada orang dewasa yang bisa terus berkata
“bukan salahku” tanpa kehilangan kehormatannya.
7. Kalau hidupmu berantakan dan semua orang kau
salahkan, berarti kau satu-satunya yang tidak kau periksa.
8. Kau menuntut dihargai, tetapi lari saat diminta bertanggung
jawab. Itu bukan harga diri, itu gengsi.
9. Seseorang yang tak sanggup menanggung hidupnya
sendiri jangan mengajak orang lain menanggungnya.
10. Anak-anakmu tidak akan mengingat alasanmu, mereka
hanya akan mengingat siapa yang hadir dan siapa yang menghilang.
11. Minta maaf tanpa memperbaiki hanyalah cara sopan
untuk mengulang kesalahan yang sama.
12. Berani berbuat tapi tak berani menanggung bukan
jantan, hanya pengecut yang pandai bergaya.
13. Orang yang menunda tanggung jawab sedang meminjam
waktu dengan bunga yang dibayar orang lain.
14. Jangan sebut dirimu pekerja keras bila kau masih
pandai mencari kambing hitam.
15. Kedewasaan bukan soal umur yang bertambah,
melainkan alasan yang berkurang.
16. Setiap kali kau berkata “itu bukan urusanku”, ada
seseorang yang terpaksa menjadikannya urusannya.
17. Orang yang tak bisa dipercaya pada hal kecil jangan
berharap diberi amanah besar.
18. Yang kau hindari hari ini akan datang lagi besok,
dengan ukuran lebih besar dan tanpa permisi.
19. Jangan jadikan masa lalu sebagai alasan, sebab kau
yang memilih mengulangnya.
20. Pemimpin yang melempar kesalahan ke bawah sedang
menggali lubang di bawah kursinya sendiri.
21. Tanggung jawab tidak pernah hilang karena kau
menghindarinya, ia hanya berpindah ke pundak orang lain.
22. Kalau kau bisa menikmati hasilnya, kau harus
sanggup menanggung akibatnya.
23. Orang yang hanya hadir saat enak dan hilang saat
sulit bukan teman, bukan pasangan, bukan pemimpin. Ia penumpang.
24. Alasan yang paling sering dipakai untuk lari dari
tanggung jawab adalah “aku belum siap”. Padahal yang belum siap adalah niatnya.
25. Bangun dan bertanggung jawablah sebelum hidup
memaksamu dengan cara yang jauh lebih menyakitkan.
26. Hargamu sebagai manusia ditentukan oleh apa yang
kau tanggung ketika tak ada yang memaksamu.
27. Menyalahkan nasib itu nyaman, sampai kau sadar
nasib tak pernah memegang kemudimu.
28. Kebiasaan lari dari tanggung jawab akan melahirkan
satu hal: hidup yang penuh orang yang kecewa padamu.
29. Jangan tunggu ada yang jatuh karena kelalaianmu
baru kau belajar bertanggung jawab.
30. Pada akhirnya, orang akan melupakan alasanmu dan
hanya mengingat apakah kau bertanggung jawab atau menghilang.
Penutup: Berani Bertanggung Jawab, Berani Menjadi
Dewasa
Pada akhirnya, kehidupan tidak menuntut seseorang
menjadi manusia tanpa kesalahan. Setiap orang memiliki keterbatasan, pernah
gagal, dan mungkin pernah mengecewakan orang lain. Namun, yang membedakan
kualitas pribadi seseorang adalah bagaimana ia menyikapi kesalahan tersebut.
Berhenti mencari pembenaran, berani meminta maaf,
menepati janji, dan memperbaiki kekeliruan merupakan langkah sederhana yang
memiliki arti besar.
Pesan yang dapat dipetik dari pemikiran Tommy
Jonathan Sinaga adalah tanggung jawab tidak cukup menjadi slogan atau bahan
pembicaraan. Ia harus hadir dalam tindakan nyata.
Sebab, kepercayaan dibangun melalui konsistensi,
kehormatan dijaga melalui integritas, dan kedewasaan dibuktikan melalui
keberanian menanggung setiap konsekuensi dari pilihan sendiri. (*).
Penulis : Ricky ( Content Writer)
