Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

OPINI: Tanggung Jawab Bukan Sekadar Janji, Kedewasaan Teruji dari Keberanian Mengakui Kesalahan

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:45 WIB Last Updated 2026-10-31T12:45:38Z
Klik
Tommy Jonathan Sinaga (foto:ist).



Banyak orang pandai berbicara tentang komitmen, tanggung jawab, dan kepercayaan. Namun, ketika tiba waktunya membuktikan ucapan, tidak sedikit yang justru mencari alasan, menyalahkan keadaan, bahkan menghindari konsekuensi dari perbuatannya sendiri.

Fenomena ini menjadi refleksi menarik dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, persoalan tanggung jawab bukan hanya menyangkut hubungan antarmanusia, tetapi juga mencerminkan kualitas karakter, integritas, dan kedewasaan seseorang.

Melalui 30 ungkapan bijak tentang tanggung jawab, Tommy Jonathan Sinaga mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang lebih mendalam. Pesan-pesannya menyoroti kebiasaan mengingkari janji, melempar kesalahan, serta menjadikan keadaan sebagai alasan untuk menghindari kewajiban.

Salah satu ungkapan yang menarik untuk direnungkan berbunyi, “Minta maaf tanpa memperbaiki hanyalah cara sopan untuk mengulang kesalahan yang sama.”

Kalimat sederhana ini mengandung pesan kuat. Meminta maaf memang penting, tetapi tanpa perubahan sikap, permintaan maaf hanya menjadi rangkaian kata yang kehilangan makna. Tanggung jawab seharusnya dibuktikan melalui tindakan, bukan sekadar pengakuan atau janji.

Tommy Jonathan Sinaga, yang lahir di Pematangsiantar pada 4 April 1999, dikenal sebagai pemikir filosofis dan pakar teknologi informasi yang juga menekuni kepenulisan serta penelitian ilmiah. Melalui pemikirannya, ia mengangkat tanggung jawab sebagai nilai penting yang harus hadir dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, hingga kepemimpinan.

Ketika Alasan Menjadi Kebiasaan

Salah satu persoalan yang sering menghambat kedewasaan adalah kebiasaan menyalahkan orang lain. Ketika menghadapi kegagalan, seseorang terkadang lebih sibuk mencari pihak yang dianggap bersalah daripada mengevaluasi keputusan dan tindakannya sendiri.

Ungkapan Tommy, “Kedewasaan bukan soal umur yang bertambah, melainkan alasan yang berkurang,” menjadi pengingat bahwa kematangan pribadi tidak otomatis hadir seiring bertambahnya usia.

Orang dewasa bukan mereka yang tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan mereka yang bersedia belajar, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tanggung Jawab Adalah Ukuran Integritas

Tanggung jawab juga memiliki makna lebih luas daripada sekadar menyelesaikan pekerjaan. Dalam keluarga, tanggung jawab berarti hadir dan menjalankan kewajiban. Dalam pekerjaan, berarti menjaga kepercayaan dan menuntaskan amanah. Sementara dalam kepemimpinan, tanggung jawab berarti berani mengambil konsekuensi atas keputusan yang dibuat.

Tommy mengingatkan melalui salah satu ungkapannya, “Tanggung jawab tidak pernah hilang karena kau menghindarinya, ia hanya berpindah ke pundak orang lain.”

Pesan ini relevan dengan berbagai persoalan sosial. Ketika seseorang mengabaikan kewajibannya, sering kali ada orang lain yang harus menanggung beban akibat kelalaian tersebut.

Karena itu, integritas tidak cukup diukur dari bagaimana seseorang berbicara di hadapan orang lain. Justru ketika tidak ada yang mengawasi, sikap bertanggung jawab menjadi ujian sesungguhnya.

30 Kata Bijak sebagai Bahan Renungan :

Berikut 30 ungkapan Tommy Jonathan Sinaga tentang tanggung jawab yang dapat menjadi refleksi dalam kehidupan sehari-hari:

1.      1.      Kau bukan korban dari semua yang kau pilih sendiri. Berhenti menyalahkan keadaan.

2.      Menyalahkan orang lain adalah cara paling murah untuk tetap tidak berubah.

3.      Janji tanpa tindakan bukan niat baik, melainkan kebohongan yang belum ketahuan.

4.      Orang yang lari dari akibat perbuatannya sedang mewariskan akibat itu kepada orang yang tak bersalah.

5.      Jangan pamer kata “aku sibuk” bila yang kau hindari sebenarnya kewajibanmu.

6.      Tidak ada orang dewasa yang bisa terus berkata “bukan salahku” tanpa kehilangan kehormatannya.

7.      Kalau hidupmu berantakan dan semua orang kau salahkan, berarti kau satu-satunya yang tidak kau periksa.

8.      Kau menuntut dihargai, tetapi lari saat diminta bertanggung jawab. Itu bukan harga diri, itu gengsi.

9.      Seseorang yang tak sanggup menanggung hidupnya sendiri jangan mengajak orang lain menanggungnya.

10.   Anak-anakmu tidak akan mengingat alasanmu, mereka hanya akan mengingat siapa yang hadir dan siapa yang menghilang.

11.   Minta maaf tanpa memperbaiki hanyalah cara sopan untuk mengulang kesalahan yang sama.

12.   Berani berbuat tapi tak berani menanggung bukan jantan, hanya pengecut yang pandai bergaya.

13.   Orang yang menunda tanggung jawab sedang meminjam waktu dengan bunga yang dibayar orang lain.

14.   Jangan sebut dirimu pekerja keras bila kau masih pandai mencari kambing hitam.

15.   Kedewasaan bukan soal umur yang bertambah, melainkan alasan yang berkurang.

16.   Setiap kali kau berkata “itu bukan urusanku”, ada seseorang yang terpaksa menjadikannya urusannya.

17.   Orang yang tak bisa dipercaya pada hal kecil jangan berharap diberi amanah besar.

18.   Yang kau hindari hari ini akan datang lagi besok, dengan ukuran lebih besar dan tanpa permisi.

19.   Jangan jadikan masa lalu sebagai alasan, sebab kau yang memilih mengulangnya.

20.   Pemimpin yang melempar kesalahan ke bawah sedang menggali lubang di bawah kursinya sendiri.

21.   Tanggung jawab tidak pernah hilang karena kau menghindarinya, ia hanya berpindah ke pundak orang lain.

22.   Kalau kau bisa menikmati hasilnya, kau harus sanggup menanggung akibatnya.

23.   Orang yang hanya hadir saat enak dan hilang saat sulit bukan teman, bukan pasangan, bukan pemimpin. Ia penumpang.

24.   Alasan yang paling sering dipakai untuk lari dari tanggung jawab adalah “aku belum siap”. Padahal yang belum siap adalah niatnya.

25.   Bangun dan bertanggung jawablah sebelum hidup memaksamu dengan cara yang jauh lebih menyakitkan.

26.   Hargamu sebagai manusia ditentukan oleh apa yang kau tanggung ketika tak ada yang memaksamu.

27.   Menyalahkan nasib itu nyaman, sampai kau sadar nasib tak pernah memegang kemudimu.

28.   Kebiasaan lari dari tanggung jawab akan melahirkan satu hal: hidup yang penuh orang yang kecewa padamu.

29.   Jangan tunggu ada yang jatuh karena kelalaianmu baru kau belajar bertanggung jawab.

30.   Pada akhirnya, orang akan melupakan alasanmu dan hanya mengingat apakah kau bertanggung jawab atau menghilang.

Penutup: Berani Bertanggung Jawab, Berani Menjadi Dewasa

Pada akhirnya, kehidupan tidak menuntut seseorang menjadi manusia tanpa kesalahan. Setiap orang memiliki keterbatasan, pernah gagal, dan mungkin pernah mengecewakan orang lain. Namun, yang membedakan kualitas pribadi seseorang adalah bagaimana ia menyikapi kesalahan tersebut.

Berhenti mencari pembenaran, berani meminta maaf, menepati janji, dan memperbaiki kekeliruan merupakan langkah sederhana yang memiliki arti besar.

Pesan yang dapat dipetik dari pemikiran Tommy Jonathan Sinaga adalah tanggung jawab tidak cukup menjadi slogan atau bahan pembicaraan. Ia harus hadir dalam tindakan nyata.

Sebab, kepercayaan dibangun melalui konsistensi, kehormatan dijaga melalui integritas, dan kedewasaan dibuktikan melalui keberanian menanggung setiap konsekuensi dari pilihan sendiri. (*).

Penulis : Ricky ( Content Writer)

 


×
Berita Terbaru Update