![]() |
| Penyerahan bantan warga Bandung untuk korban gempa NTT |
Dana tersebut dihimpun dari ASN,
masyarakat Kota Bandung, hingga Bank BJB, kemudian dititipkan kepada Baznas RI
untuk dikelola dan disalurkan berdasarkan asesmen kebutuhan di lokasi bencana.
Ketua Baznas Kota Bandung Momon
Ahmad Imron Sutisna mengatakan bantuan diarahkan untuk kebutuhan pemulihan,
mulai dari pendidikan anak, hunian sementara, pembangunan masjid darurat hingga
sembako.
“Bantuan dari warga Kota Bandung dapat bermanfaat, khususnya bagi warga Kabupaten Manggarai Timur. Mengingat kebutuhan di sana masih sangat besar, kami berharap kepedulian warga Kota Bandung dapat terus berlanjut,” ujar Momon, Kamis (1/10/2026).

Penyerahan bantan warga Bandung untuk korban gempa NTT
Menurutnya, Baznas Kota Bandung
berperan dalam penghimpunan dana, sementara proses pengelolaan dan distribusi
di lokasi dilakukan Baznas RI agar bantuan tepat sasaran sesuai kondisi
masyarakat.
Direktur Pendistribusian Baznas RI
H. Ahmad Fikri mengatakan, masyarakat terdampak kini memasuki fase pemulihan
awal (early recovery) setelah sebelumnya mendapat bantuan tanggap darurat.
“Bantuan yang dibutuhkan saat ini adalah hunian sementara, bangunan fisik darurat seperti ruang kelas bagi sekolah yang hancur, dan masjid darurat bagi tempat ibadah yang rusak agar masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Penyerahan bantan warga Bandung untuk korban gempa NTT
Selain membangun fasilitas darurat,
Baznas RI masih menyalurkan paket logistik keluarga karena sebagian warga masih
menghadapi tekanan ekonomi dan tinggal di tenda darurat.
Ahmad Fikri memperkirakan pendampingan
bagi warga terdampak masih diperlukan selama enam bulan hingga satu tahun,
bergantung pada proses pemulihan dan pembangunan kembali.
“Kami memperkirakan dalam enam
bulan hingga satu tahun ke depan masih perlu mendampingi mereka agar bisa pulih
dan beraktivitas kembali seperti semula,” ujarnya. (rob/red).
