Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Warga Bandung Melalui Baznas salurkan Rp2,032 Miliar untuk Pemulihan Korban Gempa NTT

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:13 WIB Last Updated 2026-10-03T07:13:58Z
Klik
Penyerahan bantan warga Bandung untuk korban gempa NTT


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Solidaritas warga Kota Bandung untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut. Melalui Baznas Kota Bandung, bantuan senilai sekitar Rp2,032 miliar disalurkan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak, khususnya di Kabupaten Manggarai Timur.

Dana tersebut dihimpun dari ASN, masyarakat Kota Bandung, hingga Bank BJB, kemudian dititipkan kepada Baznas RI untuk dikelola dan disalurkan berdasarkan asesmen kebutuhan di lokasi bencana.

Ketua Baznas Kota Bandung Momon Ahmad Imron Sutisna mengatakan bantuan diarahkan untuk kebutuhan pemulihan, mulai dari pendidikan anak, hunian sementara, pembangunan masjid darurat hingga sembako.

“Bantuan dari warga Kota Bandung dapat bermanfaat, khususnya bagi warga Kabupaten Manggarai Timur. Mengingat kebutuhan di sana masih sangat besar, kami berharap kepedulian warga Kota Bandung dapat terus berlanjut,” ujar Momon, Kamis (1/10/2026).

Penyerahan bantan warga Bandung untuk korban gempa NTT


Menurutnya, Baznas Kota Bandung berperan dalam penghimpunan dana, sementara proses pengelolaan dan distribusi di lokasi dilakukan Baznas RI agar bantuan tepat sasaran sesuai kondisi masyarakat.

Direktur Pendistribusian Baznas RI H. Ahmad Fikri mengatakan, masyarakat terdampak kini memasuki fase pemulihan awal (early recovery) setelah sebelumnya mendapat bantuan tanggap darurat.

“Bantuan yang dibutuhkan saat ini adalah hunian sementara, bangunan fisik darurat seperti ruang kelas bagi sekolah yang hancur, dan masjid darurat bagi tempat ibadah yang rusak agar masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Penyerahan bantan warga Bandung untuk korban gempa NTT


Selain membangun fasilitas darurat, Baznas RI masih menyalurkan paket logistik keluarga karena sebagian warga masih menghadapi tekanan ekonomi dan tinggal di tenda darurat.

Ahmad Fikri memperkirakan pendampingan bagi warga terdampak masih diperlukan selama enam bulan hingga satu tahun, bergantung pada proses pemulihan dan pembangunan kembali.

“Kami memperkirakan dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan masih perlu mendampingi mereka agar bisa pulih dan beraktivitas kembali seperti semula,” ujarnya. (rob/red).

×
Berita Terbaru Update