Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sebanyak 939 Rumah Warga Pangandaran Terendam Banjir

Senin, 09 Oktober 2017 | 19:30 WIB Last Updated 2017-10-09T12:31:19Z
Klik
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA.COM,-- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), mengungkapkan berdasarkan Data Pusdalops BPBD Jabar bahwa bencana banjir yang terjadi di Kab Pangandaran menimpa empat kecamatan dan 15 desa. Sedangkan korban terdampak sedikitnya 136 Kepala Keluarga/2332 jiwa, jumlah rumah terendam sebanyak 939 unit, infrastruktur yang rusak berat meliputi satu jembatan gantung 30 meter, satu unit jembatan gantung dan satu unit jembatan beton.

Saat ini seluruh warga yang terdampak banjir telah direlokasi atau diungsikan kerumah sanak saudara. Dan Pemprov Jabar melalui BPBD Jabar, TNI-Polri telah melakukan penanganan dan mendistribusikan bantuan logistik dari sejak sabtu malam, senilai Rp322.681.315 berupa logistic.

"Baik itu Pemerintah Kabupaten Pangandaran, termasuk TNI Polri, dan masyarakat disana, juga para relawan disana sudah bersatu padu melakukan mitigasi bencana," kata Gubernur Ahmad Heryawan, di Bandung, Senin (09/10).

Aher mengatakan, sejak kejadian, BPBD Jabar berkolaborasi dengan Tim Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKB) Kab. Pangandaran dalam pengecekan kondisi lokasi kejadian, mengirimkan bantuan perahu karet, hingga pengevakuasian warga. Tercatat 372 orang relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan elemen seperti Tagana, TNI POLRI, PMI, Rumah Zakat, ORARI, dll. terlibat dalam penanganan dini dan evakuasi warga.


Adapun terkait status bencana di Pangandaran, merupakan hak Bupati untuk menentukannya. Ia pun menyebutkan bahwa status darurat bencana perlu ditetapkan supaya bantuan-bantuan tetap datang, sehingga kedepan tidak terjadi suatu kekurangan.

"Karena kalau kemudian dana tak terduga diperlukan untuk mengantisipasi mengevakuasi bencana, sementara belum ada sebuah pernyataan dalam bentuk surat keputusan bupati yaitu memutuskan atau menyatakan darurat bencana, ya dana tersebut enggak bisa keluar karena surat tersebut menyatakan bencana benar terjadi, dan layak menerima dana tersebut," tambahnya.

Selain itu, Gubernur Aher juga mengimbau masyarakat supaya tidak percaya dengan gambar atau foto bencana alam di Kabupaten Pangandaran yang beredar di media sosial. Karena ada sejumlah diantaranya yang merupakan gambar bohong atau hoax.


"Memang benar bencananya ada, tapi tak separah dengan apa yang digambarkan. Sudah diklarifikasi, saya pastikan gambar atau foto yang tersebar di media sosial adalah hoax," katanya.

Aher menyambungkan, ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana atas dasar kepentingan tertentu. Bisa saja gambar yang disebarkan adalah gambar rekayasa, atau pun gambar bencana di daerah lain."Saat kita bergerak membantu mereka, tiba-tiba muncul berita yang menggambarkan hal yang tidak sebenarnya atau hoax," katanya.

Aher menyatakan, bahwa tentu saja infrastruktur yang rusak akan segera direncanakan penyelesaiannya, paling tidak penyelesaian darurat. (hms/red).
×
Berita Terbaru Update