Dinas SDA Gelar Lomba Petugas OP Jaringan Irigasi Tingkat Provinsi Jabar

BANDUNG, (FBR.Com), ---- Dinas Sumber Daya Air (SDA) kembali gelar Lomba Operasi dan Pengendalian (OP) Jaringan Irigasi tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2018. Menurut Kadis SDA Jabar Nana Nasuha Djupri, para petugas pelaksana OP di lapangan memiliki peran penting dalam mendukung suksesnya intitusi Dinas SDA Jabar. Untuk harus terus dilakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap para petugas OP lapangan, baik Pengamat maupun Juru Pengairan.

Lomba OP Jaringan ini merupakan salah satu upaya Dinas SDA Jabar untuk mengetahui sejauh mana para pengamat dan juru pengairan dalam mengaplikasikan 5 pilar penting tugas pokok dilapangan dalam melayani dan memenuhi masyarakat pengguna air. Sehingga air dapat dialirkan sesuai permintaan para petani.

“ Kalau Jaringan Irigasi dalam kondisi baik, tentunya dapat memberikan pelayanan secara optimal dan berkesinambungan serta dapat meningkatkan produktipitas hasil pertanian. Untuk itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian khusus kepada para petugas OP dilapangan”,.

Hal ini disampaikan Kedis SDA Jabar Nana Nasuha Djuhri, Sp.1 didampingi Sekretaris Andri Heryanto, ST.,M.A.P.,MT, dan Kabid Bina OP Bambang Sumantri, ST kepada wartawan usai membuka Lomba Petugas OP Jaringan Irigasi Tingkat Provinsi Jabarat 2918, di Aula Utama Lt 5 Kantor Dinas SDA Jabar, jalan Braga Bandung, Rabu (4/4/2018).

Dikatakan, Lomba Petugas OP ini bermaksud sebagai upaya untuk melakukan penilaian kinerja para petugas OP melalui pembelajaran bagi petugas OP di berbagai strata kewenangan pengelolaan jaringan irigasi. Sedangkkan tujuan lomba yaitu untuk memberikan apresiasi kinerja dan mendorong peningkatan kompetensi para petugas OP Jaringan Irigasi melalui kompetisi dalam upaya peningkatakan OP Jaringan Irigasi secara efektif dan efisien.

Nana juga mengatakan ada beberapa sisi yang dinilai oleh Tim Juri yaitu pemahaman 5 pilar irigasi, loyalitas kerja, operasi, pemeliharaan dan penampilan yang beda yang dilihat saat pemaparan masing-masing peserta, termasuk juga mental peserta.

Lebih lanjut Kadis SDA mengatakan, dalam pengelolaan jaringan irigasi (operasi) terdapat 5 pilar yang penting, pertama kesediaan air irigasi di daerah tugasnya, ini yang menjadi dasar. Kedua berkaitan kondisi sarana irigasi termasuk kelengkapan, saluran serta bangunan harus betul-betul bisa difahami, dari sini bisa dibuat perencanaan pemeliharaan.

Ketiga managemen irigasi harus betul-betul dipahami, keempat mengenai kelembagaan irigasi yang tidak sebatas dinas diantaranya kewenangan pusat, provinsi sampai kelembagaan non struktural sesuai kewenangan masing-masing, selanjutnya sumber daya manusia yang memiliki peranan sangat menentukan. Untuk itu, seharusnya filar pertama itu SDM, karena kertebatasan SDM seringkali menimbulkan permasalahan, ujarnya.

Selain itu, para petugas OP juga harus memahami system irigasi yang indikatornya ada 6 yaitu, yaitu memehami kondisi lapangan, produktif tanah agar mampu meningkatkan produktifitas hasil pertanian (padi-red); Sarana Penunjang; Personil (SDM); Dokumentasi ( peta kondisi wilyah, jaringan, luas area) sangat penting dan harus tersimpan dengan baik dana man; dan Keberadan operator P3A, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nana juga menyampaikan rasa keprihantinannya, karena jumlah peserta dari kabupaten kota yang cuman itu-itu saja seperti Garut, Cianjur, Cirebon dan Majalengka, lanjutnya. “Apa ini kurang peminat atau sosialisasi ?, ini tantangan bagi kita ke depan untuk lebih gencar mensosialisasikan agar menarik peserta yang belum ikut, karena irigasi hampir ada di setiap Kabupaten”, ujarnya.
Sementara itu, di tempat sama Sekretaris Dinas SDA Andri Heryanto, ST, M.A.P, MT mengungkapkan pemahaman 5 pilar OP dan 6 Sistem Irigasi harus dipahami dan dilaksankan oleh seluruh petugas OP.

Kita berharap, melalui lomba petugas OP ini sebagai tolak ukur dari kinerja jaringan irigasi apakah dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak, sehingga event ini diperlukan sebagai pembinaan dan peningkatan kapasitas OP jaringan irigasi.

“Petugas OP jaringan irigasi ini adalah orang-orang yang terdepan membantu kami, mereka bekerja tidak menganal waktu ( 24 jam) dalam melayani msyarakat untuk membagikan air, di musim banjir dan kekeringan selalu ada piket. Sehingga kami mengetahui sejauhmana kondisi prasarana dan fisik jaringan irigasi yang ada dilapangan, ujar Andri.

Andri juga mengakui, saat ini para petugas OP dilapangan, rata-rata usianya sudah diatas 45 tahun, namun disisi lain kita juga kesulitan untuk mencari dan membina calon petugas OP Jaringan Irigasi yang masih berusia produktif. Karena genarasi usia produktif lebih senang bekerja diperkotaan, dipabrik atau dibeberapa perusahaan lainnya, ujar Andri.

Sementara itu, Ketua Panitia Lompa Petugas OK Jaringan Irigasi, Bambang Sumantri, ST yang juga Kabid Bina OP Dinas SDA Jabar dalam laporannya mengatakan, bahwa Lomba petugas OP ini berlangsung dari tanggal 4 s/d 5 April 2018.

Untuk hari ini Rabu (4/4), dilakukan penilian presentasi/ paparan untuk tingkat Kepala UPTD/ Pengamat/ Koordinator SUP yang diikuti 8 peserta . Dan besok, Kamis (5/4) diperlomkanan setingkat Juru/ Mantri Pengairan dengan jumlah 10 peserta. Sedangkan penilaian lapangan, baru akan dilakukkan pada minggu ke 4 bulan April mendatang, ujarnya.

Adapun tim Juri terdiri dari Dr.M. Rochimat, ME ( tenaga fungsional BBWS Citarum); H. Edy Muulyadi, SE, S,Sos ( praktisi OP Jaringan Irgigasi di Jabar); Heni Kusumawati, St, MT ( Kasie Perencanaan Teknik Irigasi Dinas SDA Jabar).

Bambang juga mengatakan, nanti Juara I, 2 dan 3 terbaik dari masing-masing katagori akan diberikan hadiah dan uang kadeudeuh yang akan diserahkan pada peringatan Hari PU 2018 tingkat Jabar, 3 Desember 2018 mendatang. Selain itu, diikut sertakan ke tingkat Nasional mewakil provinsi Jabar, tandasnya. (husein). .



Kata Bijak Fakta Bandungraya

Jika kau merasa besar periksalah hatimu mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci periksalah jiwamu mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa wangi periksalah ikhlasmu mungkin ada asap dari amal shalih mu yang hangus terbakar riya.