Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tak Melulu Tindak Pabrik Nakal, Satgas Sektor 21 Rutin Bersihkan Anak Sungai Citarum

Rabu, 26 September 2018 | 23:18 WIB Last Updated 2018-10-03T04:19:09Z
Klik
FAKTABANDUNGRAYA.COM, CIMAHI - Satgas Citarum Sektor 21 dibawah komando Dansektor Kol Inf Yusep Sudrajat terus melakukan pembenahan dan pembersihan anak sungai Citarum yang tersebar mulai dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung (Nanjung, Dayeuhkolot, Solokan Jeruk, dan Cicalengka), hingga Kabupaten Sumedang.

"Setiap hari tiap subsektor selalu melakukan pembersihan bantaran sungai di wilayahnya, hari ini saja kegiatan korve sudah dilaksanakan di 11 subsektor," ujar Yusep Sudrajat, Rabu (26/9).

Dijelaskan Kolonel Yusep, Subsektor yang sudah menyelesaikan kegiatan pembersihan rutin diantaranya, Subsektor Solokan Jeruk, Subsektor 12 Sungai Ciwiday, Subsektor 11 sungai Cimahi, Subsektor 10 sungai Cibereum, Subsektor 3 Sungai Cipamokolan, Subsektor 14 sungai Cimahi Utara, Subsektor 4 sungai Cidurian, Subsektor sungai Cikapundung, Subsektor 01 sungai  Citarik Rancaekek, Subsektor 6 Sungai Citepus, Subsektor Sungai Cirasea.

Meski tidak bersentuhan langsung dengan sungai Citarum, Satgas Sektor 21 memiliki 17 Subsektor yang tersebar di 3 Kabupaten Kota. Melihat luasnya wilayah tugas yang diemban Dansektor 21 tak membuat semangat dan konsentrasi Kolonel Yusep Sudrajat berkurang, bahkan menunjukkan konsistensinya dalam upaya menjaga dan mengembalikan ekosistem sungai dari pencemaran lingkungan.

Tak hanya dihadapkan dengan persoalan sampah domestik (sampah rumah tangga), Sektor 21 merupakan wilayah yang paling banyak dihadapkan dengan persoalan limbah industri. Perlahan tapi pasti, sejak menjalankan tugas sebagai Dansektor 21, Kol Inf Yusep Sudrajat telah menindak lebih dari 40 pabrik, dengan menutup lubang pembuangan pabrik sebagai upaya melokalisir sumber-sumber pencemaran ekosistem sungai.

"Sampai saat ini sudah ada lebih dari 40 pabrik yang kami tindak, dan sebagian pabrik yang ditindak mampu mengolah limbahnya sehingga tidak membahayakan ekosistem sungai dan lingkungan," ungkapnya.

Dansektor 21 mengakui jika permasalahan yang dominan di sektor nya adalah pencemaran limbah industri. Ada 500 lebih, kata Dansektor, industri yang berkontribusi menyumbang pencemaran terhadap ekosistem sungai.

"Walau limbah industri lebih dominan, bukan berarti persoalan lain seperti sedimentasi dan sampah tidak ditangani. Untuk itu, saya selalu instruksikan kepada tiap-tiap subsektor melakukan patroli dan pembersihan di anak-anak sungai guna meminimalisir pencemaran di sungai Citarum," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update