Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tak Hanya Bantaran Citarum, Kini Bunga Matahari Bermekaran Di Bantaran Anak Sungai Citarum

Jumat, 28 Desember 2018 | 01:29 WIB Last Updated 2018-12-28T04:24:18Z
Klik
FAKTABANDUNGRAYA.COM, BANDUNG - Kehadiran TNI sebagai Satgas Citarum Harum yang bertugas mengembalikan ekosistem dalam pengendalian pencemaran daerah aliran sungai (DAS) Citarum sesuai amanah Perpres No 15 Tahun 2018, secara perlahan mulai menumbuhkan optimisme masyarakat Jawa Barat akan tercapainya impian dan harapan kelestarian dan ekosistem sungai Citarum akan kembali harum.

Hal itu bukan hanya karena mulai terlihat berkurangnya pencemaran sampah dan limbah berbahaya yang diderita sungai Citarum, tapi ditampakkan indah dan rapi bantaran sungai melalui penataan dan pembuatan taman bunga yang dikreasikan oleh Satgas Citarum. Pemandangan bunga indah di bantaran sungai Citarum kini tak hanya dijumpai di taman ikon Sektor 7 dan Sektor 8, keindahan bunga matahari bermekaran juga bisa dinikmati di bantaran sungai Cipamokolan, anak sungai Citarum, wilayah Sektor 21 Subsektor 3, tepatnya terletak di sisi jembatan biru, desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

"Awalnya kami merasa kurang mengerti dengan tanaman ini, dikarenakan susah dicari. Tapi setelah dipelajari akhirnya kami dapat mengetahui tentang warna dan keindahan bunga ini. Melalui media online kami mendapatkan bibit bunga matahari, setelah didapat ternyata tidak semudah dibayangkan cara penyemaiannya, memerlukan tangan dingin, kalau tidak cocok, tidak akan tumbuh," ungkap Dansubsektor 21-3, Serma Yahuza, Kamis (27/12).

"Melalui tangan dingin Pratu Muklis, biji bunga matahari disemai dikotak yg sudah diisi tanah dengan cara ditabur, setelah sepuluh hari mulai keluar tunas. Usia 15 Hari Pohon pohon dipindahkan ketaman. Sekarang usia bunga matahari yang berada di taman Subsektor 3 Cipamokolan, sudah  dua bulan dan rata rata setinggi dua meter, dan hampir semua sudah berbunga," terangnya.

"Bahkan masyarakat yang biasa berolahraga sepeda sering menyempatkan diri mampir dan berphoto ria," imbuhnya.

Secara terpisah, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, "sudah bukan jamannya lagi merusak lingkungan dan buang sampah sembarangan, sosialisasi terus kita lakukan, kami akan terus mendorong kesadaran masyarakat melalui kerja dan karya nyata dilapangan," ungkap Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat.

"Pada saat awal bertugas, satgas bisa dengan mudah temukan pabrik yang buang limbah kotor, begitu juga masyarakat yang kedapatan buang sampah ke sungai banyak kami temukan, tapi melalui pendekatan dan tindakan tegas yang terukur, praktek dan perilaku yang merugikan lingkungan itu sudah jarang kami temukan," terangnya. 

Alhamdulillah, sekarang sebagian besar masyarakat dan pelaku indsutri mulai memperlihatkan perubahan perilaku kearah yang lebih baik dalam memperlakukan lingkungan, khususnya sungai, dan kami satgas akan awasi itu," tegasnya.

Bertugas sejak awal bulan Maret 2018, prajurit TNI AD Kodam III Siliwangi dibawah komando Pangdam selaku Wadansatgas II, terbagi menjadi 22 Satgas Sektor tersebar di wilayah sungai Citarum. Berkat kerja nyata dan inovasi anggota satgas, kini, sungai yang memiliki panjang 297 Kilometer ini berangsur pulih dari citra sungai terkotor di dunia yang diakibatkan oleh berbagai pencemaran.

Pencemaran akut yang terjadi sejak puluhan tahun lalu, mulai dari limbah domestik (sampah rumah tangga), limbah indsutri, dan limbah berbahaya lainnya, dengan jumlah yang masif. Membuat seluruh unsur dan komponen masyarakat bergerak melakukan perubahan, baik perilaku dan pola pikir yang ramah terhadap lingkungan, khususnya memperlakukan sungai.

Satgas Sektor Citarum Harum sebagai salah satu garda terdepan dalam mengembalikan ekosistem DAS Citarum, selama 9 bulan ini sejak diterbitkannya Perpres, bersama semua unsur, instansi dan kelompok masyarakat sudah banyak melakukan pembenahan. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat bantaran sungai, tindakan tegas terukur kepada pelaku industri, hingga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menangani persoalan sampah.

"Anggota satgas sektor 21 yang terbagi dalam 17 subsektor, setiap hari melakukan kegiatan rutin. Mulai dari korve di sungai, sosialisasi kepada warga, pengecekan ipal pabrik yang ada di wilayah subsektor, hingga pembuatan fasilitas yang memang dibutuhkan warga, sekarang ini kami menargetkan pembuatan 40 sampai 50 bak pengolahan sampah untuk warga," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update