Atasi Kemacetan Cianjur-Bogor, Budiono Minta Jalur Puncak II Segera Terealiasi

Drs.Ignatius Budiono (Romo)
anggota Komisi IV DPRD Jabar (FPDIP)/ foto: istimewah
Bandung, faktabandungraya.com,-- Anggota Komisi IV DPRD Jabar Drs.Ignatius Budiono (FPDIP) sangat berharap pembangunan jalur Puncak II (poros Timur Tengah) segera dapat terealiasi. Karena jalur Puncak II merupakan jalan alternatif untuk mengurangi tingkat kemacetan di kawasan jalan Raya Cipanas (Cianjur-Bogor).

Menurut Budiono yang akrab disapa Romo, berharap pemerintah dapat mempercepat penyelesaian jalur Puncak II (poros Timur Tengah). Karena tingkat kemacetan jalur Puncak sekarang sudah sangat parah, apalagi saat week and atau hari-hari libur nasional. Belum lagi bila terjadi ada longsor, macetnya sudah tertolong.

Bila tingkat kemacetan di jalur raya puncak tidak cepat diatasi tentunya sangat merugikan bagi masyarakat Cianjur dan Bogor , karena jalur Puncak merupakan jalur wisata. Dengan tingkat kemacetan yang cukup parah seperti akhir-akhir ini, tentunya membuat para wisatawan enggan berwisata ke Puncak-Cipanas. Hal ini, tentunya merugikan bagi pelaku wisata maupun pemerintah Kab Cianjur dan Kab Bogor.

“Berkurangnya tingkat kunjungan wisata ke puncak-cipanas tentunya menurunkan penghasilan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak wisata”, ujar Romo Budiono saat ditemui di Gedung DPRd jabar, pada Rabu (16/1-2019).

Dikatakan, keluhan dan harapan masyarakat Cianjur dan Bogor agar jalan alternatif Puncak II segera terwujud kerap kali disampaikan kepada saya dan beberapa anggota DPRD Jabar asal Dapil Cinajur-kota Bogor.

Seiring dengan itu, kita juga dalam beberapa kesempatan kunjungan kerja ke Cianjur dan Bogor, dalam pertemuan dengan Pemkab Cianjur dan Bogor sudah kita sampaikan. Bahkan Komisi IV DPRD Jabar juga sudah meminta kepada pemerintah pusat melalui Kemen PUPR. Namun, sampai saat ini belum juga terealisasi, ujar Ketua DPC PDIP Kab Cianjur yang sudah kali keempat menjadi anggota DPRD Jabar ini.

Romo Budiono juga mengungkapkan akhir-akhir jalur Puncak kerangkali terjadi longsor, hal ini tingkat kerusakan lingkungan juga disebabkan cukup padatnya arus lalu lintas ditambahlagi kelebihan tonase.

Selain itu, potensi wasita jalur puncak II cukup besar, namun karena jalurnya cukup jelak alias cukup parah sehingga potensi tersebut menjadi terpendam atau terisolir. Padahal, kalau pembangunan puncak II cepat dilaksanakan dan terselesaikan, tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan secara otomatis menambah PAD bagi Cianjur dan Bogor, harap romo Budiono yang kini menjadi caleg DPRD RI dari dapil Kab Cianjur-Kota bogor ini.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, menurut informasi, beberapa waktu lalu Bupati Bogor Ade M Yasin telah berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk mempercepat eksekusi pembangunan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berupaya meneruskan pembangunan jalur Puncak II dari Sentul, Bogor hingga Kota Wisata, Cipanas sepanjang 56 kilometer.

Untuk itu, kita selaku wakil rakyat dari dapil Cinjur-Bogor tentunya sangat mendorong keinginan Pemkab dan warga Bogor dan Cianjur agar jalur Puncak II tersebut segera terbangun. Kita juga terus mendorong agar Pemprov Jabar melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar untuk berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, agar segera terwujud, tandasnya. (sein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.