Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dedy Taufik : Tagline DISPARBUD Jabar “ Smilling West Java”

Senin, 04 Februari 2019 | 12:27 WIB Last Updated 2019-02-05T02:55:49Z
Klik
Kadisparbud Jabar Dedi Taufik dan Ida Hernida
Jabar, faktabandungraya.com,-- Keindahan dan kemolekan alam provinsi Jawa Barat memiliki nilai daya tarik dan nilai jual bagi wisatawan lokal, regional maupun mancanegara termasuk para pelaku usaha kepariwisataan. Menurut Kadis Parbud Jabar, Dr.H. Dedi Taufik Kurahman,M.Si, Bumi Jawa Barat diciptakan saat Tuhan Tersenyum. Jadi tag line yang cocok adalah “Smilling West Java”.

Kenapa Disparbud Jabar mengusulkan Tagline“Smilling West Java”, karena sektor pariwisata Jawa Barat sangatlah bagus dan bahkan seluruh Kabupaten/kota memiliki potensi kepariwisataan. Namun, kita selaku orang sunda tentunya harus tersenyum ke customer, kita harus melihat customer veliue, yakni turunan dari customer benefit.

"Jika seseorang atau wisatawan merasakan kenikmatan masuk di Jawa Barat, maka orang itu akan membelanjakan uangnya ke kita, sehingga dapat customer cost", ujar Kadisparbud Dedi Taufik saat ditemui Gedungsate, Bandung.

Dalam mengembangkan dan menjual kepariwisataan Jabar harus ada tiga penekatan yaitu Atraksi, Aksesbilitas, Aminities, (Konsep 3A) dan ini harus dikombinasikan/ dikolaborasikan antara satu dengan yang lain.

Pendekatan Atraksi dalam artian memberikan daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke DTW (Daerah Tujuan Wisata) agar memberikan kesan kesenangan karena berisi penghiburan dengan menampilkan seni budaya bernuansa lokal yang mencirikan adat istiadat daerah masing-masing. Namun, atraksinya harus dikemas dengan penuh kreatif dan inovasi budaya setempat, sehingga mampu memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan.

Sedangkan pendekatan Aksesbilitas merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung kepariwisataan. Karena aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi dan komunikasi karena faktor jarak dan waktu sangat mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata. Jarak dan ketersediaan sarana-prasarana transportasi ke daerah tujuan wisata (DTW) sangat penting.

Adapun pendekatan Aminities adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan dagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung pada suatu DTW, seperti hotel, motel, penginapan, restoran, cafe, shopping center, souvenir shop. Para pelaku usaha pariwisata inilah yang memberikan pelayanan bagi wisatawan saat berkunjung di suatu DTW, ujarnya.

Untuk itu, kata Dedi Taufik, ketiga pendekatan ini harus kita benahi secara menyeluruh agar semua potesi kepariwisataan kabupaten/ kota di Jabar memiliki daya saing dan nilai jual. Namun, tentunya harus merujuk pada Perda no 12 tahun 2012 tentang pertumbuhan ekonomi metropolitan atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Lebih lanjut ia mengatakan, sampai saat ini hampir semua kabupaten/kota sudah memiliki ikon-ikon kepariwisataan harus tetap terjaga dan terpelihara. Namun bagi daerah yang belum memiliki ikon tentunya akan kita ciptakan, ujarnya.

"Lokomotif Jawa Barat yaitu Pariwisata, sehingga infrastruktur yang lain harus menopang terhadap pariwisata Jawa Barat", tandasnya.

Sementara itu, mantan Kadisparbud Jabar Dra.Hj.Ida Hernida, MSi mengatakan, selama ini Disparbud Jabar terus berupaya menciptakan berbagai program inovasi yang kreatif untuk menarik wisatawan masuk DTW. Bahkan agenda kepariwisataan yang dirancang Disparbud Jabar bekerjasama dengan Disparbud Kab/kota se-Jabar setiap bulan ada kegiatan kepariwisataan.

Kita juga memberikan ruang dan tempat ekpresi bagi para pelaku seniman dan budayawan, namun berhubung masih kurangnya sarana prasarana seni budaya, sehingga sampai saat ini kita belum mampu memberikan tempat ekpresi bagi para pelaku seniman dan budayawan, setiap minggu.

"Saya ingin, setiap malam di jam jam tertentu di monumen atau pondokan seni-budaya ada aktivitas bagi seniman dan budayawan untuk menghibur masyarakat dan wisatawan secara gratis", ujar Ida.

Ida berpesan kepada Kadisparbud Jabar Dedi Taufik untuk dapat terus mengembangkan kepariwisataan Jabar. Dan Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran Disparbud Jabar untuk tetap kompak dalam menjalankan tupoksi Disparbud Jabar. Saat satu orang di cubit dan sakit, semua harus merasakan sakit. Sehingga Dinas Pariwisata benar benar kompak untuk memajukan pariwisata Jawa Barat, pesannya. (husein).
×
Berita Terbaru Update