Kapolda Jabar Berikan Pemaparan Di Muswil VI Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar 2019


FAKTABANDUNGRAYA.COM, BANDUNG - Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I. Memberikan Paparan dalam Kegiatan Musyawarah Wilayah VI Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jabar Tahun 2019, dengan Tema Optimalisasi Fungsi dan Program DMI dalam Memakmurkan dan  Dimakmurkan Jawa Barat  Juara Lahir Batin', dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Asrilia Bandung, Kamis (14/2/19).

Disampaikan oleh kabid Humas Polda Jabar kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Silaturahmi antara Kepolisian dan Berbagai Elemen Masyarakat, salah satunya dengan DMI di Provinsi Jabar untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas agar tercipta Keamanan dan Kenyamanan ditengah-tengah Masyarakat, serta dalam menghadapi Pilpres dan Pileg 2019 yang aman dan damai.

Dalam kesempatan itu, kata Kabid Humas, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S I. dalam paparannya mengatakan bahwa Isue - isue Negatif yang berkembang sekarang ini sering bersifat fitnah, Ujaran Kebencian berlatar belakang Sara, Radikalisme dan Terorisme.

Menurut Kapolda Jabar, Medsos memiliki kerawanan yang lebih besar di bandingkan dengan Media Konservtif, karena siapa saja bisa menjadi Pemilik Media, Jurnalis, Penulis dan dapat menshare apa saja yang diinginkan. Untuk itu masyarakat harus waspada dan berhati - hati dalam mendownload  serta menshare berita-berita yang tidak bisa dipastikan tingkat kebenarannya.

Dituturkan oleh Kapolda Jabar, untuk mencegah Radikalisme dan Terorisme dapat dilakukan dengan menjaga persatuan dan kesatuan, meminimalisir Kesenjangan Sosial yang ada, Meningkatkan pemahaman akan hidup melalui kebersamaan guna mendukung aksi Perdamaian dan ikut aktif mensosialisasikan tentang bahaya, dampak serta cara - cara untuk bisa menghindari pengaruh pemahaman tentang Radikalisme juga Terorisme.

Lebih lanjut Kapolda Jabar mengatakan bahwa upaya Polda Jabar dalam kegiatan Deredikalisasi lebih kepada pencegahan lewat pendekatan kekeluargaan, sedangkan untuk Kontra Radikalisasi berupa ajakan kepada semua Stakeholder guna memerangi Radikalisme seperti Kampanye anti Terorisme, Kontra Narasi  melalui buku bacaan dan dialog - dialog serta pembekalan. 

Pejabat yang hadir pada kegiatan tersebut yaitu Kapolda Jabar, Ketua PW DMI Jabar, Dir Intel Polda Jabar, Ketua Panitia Pelaksana, Para Ketua dan Perwakilan PD DMI Kab/Kota Se-Jawa Barat Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Se- Jawa Barat, Para undangan dan Peserta Musyawarah Wilayah VI Dewan Mesjid Indonesia Provinsi Jabar. (Cuy/rls).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.