Menyoal Sumber Daya Alam di Hari Strategi Konservasi Sedunia


Oleh: Ismail (Ketua Bidang SDA dan Lingkungan Hidup HMI Cabang Bandung)

BANDUNG - Apa yang terjadi dengan sumber daya alam kita? Kita telah menggunakan sumber daya alam pada tingkat yang sangat cepat, menguras sumber daya alam tanpa memikirkan akibat untuk generasi selanjutnya, kerusakan hutan dan penebangan pohon telah menyebabkan erosi tanah, hilangnya kesuburan tanah dan berdampak banjir yang sangat sering terjadi.

Kita telah boros menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi keinginan dan kenikmatan yang hanya sesaat. Dampaknya pemanasan global, iklim dan cuaca yang tidak menentu. Lalu apa yang bisa kita lakukan? 

Tepat 6 Maret 2019 adalah hari strategi konservasi se-Dunia. Cukup sehari kita selamati hari konservasi ini, sisanya mari kita selamatkan wilayah konservasi untuk melindungi dan menjaga keanekaragaman hayati.

Dalam memperingati hari tersebut berbagai aktivis lingkungan hidup tak terkecuali aktivis HMI Cabang Bandung khususnya dari bidang SDA dan Lingkungan Hidup menyinggung isu yang hangat tentang penurunan status kawasan dari cagar alam menjadi wisata alam daerah kamojang dan papandayan. Para aktivis lingkungan hidup telah menyampaikan aspirasinya dan turun ke jalan dengan aksi long march bandung-jakarta menuju kementerian LHK untuk mengajukan keberatan dan penolakan terhadap SK 25/MENLHK/SETJEN/PLA2/1/2018 tertanggal 10 Januari 2018.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian alam. Mari kita melakukan gerakan reboisasi untuk meningkatkan oksigen di lingkungan dan mengurangi erosi. Ketika memakai produk elektronik beli produk yang hemat energi dengan memulai menggukan energi terbarukan untuk menjaga cadangan energi. 
Gunakan barang yang ramah lingkungan, mengatur pemakaian air, membuang sampah pada tempatnya dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Tentunya pola hidup reduce reuse dan recycle harus terus kita terapkan.

Dalam rangka ambisi nasional untuk ekonomi rendah karbon dan mengurangi pemanasan global ayo kita mulai dari diri kita dan mengajak orang orang disekitar untuk lebih bijak terhadap lingkungan. (Red/cuy).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.