Sekdinkes Jabar Minta SMSI Pererat Media Online Dalam Perangi Hoax Tentang Kesehatan

H.Uus  Sukmara
Sekretaris DInkes Jabar (foto: istimewah)
Bandung, Faktabandungraya.com,-- Sekretaris Dinas Kesehatan Uus Sukmara mewakili Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Dodo Suhendar mengucapkan Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke -2 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat, yang diselenggarakan di El Hotel Royale, jalan Merdeka No.2, Kota Bandung, Rabu (27/3/2019).

Menurut Uus, kehadiran SMSI sebagai wadah organisasi dapat mempererat Media Online, khususnya di Jabar. Dan semoga dapat mensajikan berita-berita positif yang sesuai dengan data dan fakta, bukan berita bohong/ hoax.

“ Semoga nantinya media online yang tergabung dalam SMSI Jabar dapat menjadi mitra dan membantu Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat dalam mensosialisasikan langkah-langkah dalam rangka mengubah paradigma masyarakat serta melakukan penguatan yankes di Jabar. “Seperti biaya pengobatan Tuberculosis (TBC), bisa langsung didapatkan oleh masyarakat secara gratis.

Hal ini, dikatakan Sekdiskes Jabar Uus Sukmara saat dihubung Jabar Media Group ketika diminta tanggapan terkait pelaksanaan Rakerda ke 2 SMSI Jabar dengan mengangkat tema “Tantangan dan Peluang Media Siber di Era Industri 4.0”.

Uus juga berharap, SMSI Jabar dapat membantu Dinkes Jabar dalam menangkal berita bohong (hoax) yang terkait dengan informasi kesehatan. “Media-media di SMSI pastinya sudah kredibel dan hasil unggahannya dapat dipertanggungjawabkan,” harapnya.

Uus mengungkapkan, saat ini kepedulian masyarakat terhadap penyakit seperti TBC masih rendah, padahal penyakit seperti TBC bisa terjadi pada siapapun dan berakibat fatal. “Media-media SMSI Jabar bisa bantu sosialisasikan, hal ini menjadi penting karena pola hidup seseorang,” ungkapnya.

Selamat juga, lanjut Uus, atas SMSI jabar yang sudah melebarkan sayap ke Bogor dan Cirebon. “Saya harap, Rakerda SMSI Jabar ke-2 ini mampu membuat media-media di Jawa Barat mampu bersaing di era industri 4.0 dan menjadikan media sebagai garda terdepan mendapatkan informasi di Indonesia,” pungkasnya. (jmg/red).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.