Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Skandal Erwin–Rendiana, Akademisi Unpad: Reformasi Tata Kelola Pemkot Bandung Belum Maksimal

Kamis, 11 Desember 2025 | 19:20 WIB Last Updated 2025-12-11T12:20:51Z
Klik
Akademisi Universitas Padjadjaran, Firman Manan, (foto:ist)



BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Penetapan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, serta Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, sebagai tersangka dugaan korupsi dinilai menyingkap belum maksimalnya reformasi tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Akademisi Universitas Padjadjaran, Firman Manan, menilai kasus tersebut menunjukkan bahwa prinsip profesionalitas dalam pengisian jabatan publik belum diterapkan secara konsisten. Menurutnya, jabatan strategis seharusnya diberikan melalui merit system—yakni proses seleksi berbasis kompetensi, integritas, dan rekam jejak—bukan melalui transaksi politik atau pertimbangan di luar aspek teknis.

“Kasus ini mengindikasikan adanya praktik transaksional dalam pengisian jabatan, yang berujung pada melemahnya integritas birokrasi,” ujar Firman dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan, carut-marut dalam penempatan pejabat turut berdampak pada buruknya proses pengadaan barang dan jasa, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan korupsi. Minimnya transparansi dan akuntabilitas, lanjut Firman, bukan hanya menimbulkan kerugian bagi keuangan daerah, tetapi juga memperdalam erosi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Firman menilai momentum polemik ini seharusnya dimanfaatkan Wali Kota Bandung untuk mengembalikan semangat reformasi birokrasi ke jalurnya. Ia mendorong dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pejabat, memperketat penerapan prinsip profesionalitas dan integritas, serta membenahi tata laksana pemerintahan dengan standar transparansi di semua sektor.

“Reformasi birokrasi bukan sekadar retorika. Harus ada keberanian untuk membersihkan sistem dari praktik-praktik yang merusak tata kelola pemerintahan yang baik,” tegasnya.

Lebih jauh, Firman juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi psikologis para aparatur sipil negara. Ia mengingatkan agar para pegawai tetap fokus memberikan pelayanan publik terbaik, meski sedang berada dalam tekanan akibat kasus yang menjerat pejabat daerah.

Publik, kata Firman, kini menunggu langkah konkret dan transformatif dari Wali Kota Bandung untuk memastikan pemerintahan di Kota Kembang benar-benar berjalan bagi kepentingan masyarakat, bukan untuk kelompok tertentu. (*/red).

×
Berita Terbaru Update