![]() |
| Sabil Akbar memberikan keterangan pers terkait BK Award 2025 DPRD Jabar ( foto:cuya/fbr) |
Kegiatan BK Award 2025 ini bukan
sekadar seremonial, tetapi bentuk pengakuan terhadap proses panjang, dedikasi,
dan perjalanan pengabdian para anggota DPRD Jawa Barat sebagai wakil rakyat.
“Ini agenda yang sempat tertunda
hampir sepuluh tahun. BK Award 2025 hadir untuk menegaskan kembali eksistensi
anggota DPRD Jawa Barat itu penting, tidak mungkin ada prestasi tanpa proses,
tanpa kerja keras,” kata Sabil Akbar, Kota Bandung, Jumat (12/12/2025).
Menurut Sabil Akbar, proses penilaian
BK Award tahun ini dilakukan lebih komprehensif, tidak hanya oleh internal
Badan Kehormatan DPRD Jawa Barat, tetapi juga melibatkan unsur eksternal
sebagai penguatan objektivitas.
“Penilaian dilakukan secara internal
dan diperkuat representasi eksternal melalui para ahli, termasuk akademisi yang
menilai berdasarkan kriteria objektif,” tegas Sabil Akbar.
Terkait nominasi, seluruh unsur di
DPRD Jawa Barat mendapatkan ruang penilaian, mulai dari fraksi, komisi, hingga
seluruh anggota yang tersebar di 120 kursi DPRD Jawa Barat.
Sabil juga menekankan, publik perlu
memahami bahwa kinerja anggota DPRD Jawa Barat bukan hanya terlihat dari hasil
kerja formal, tetapi juga proses perjuangan yang dilakukan di daerah pemilihan
masing-masing.
“Harapan kami, BK Award 2025 DPRD Jawa
Barat ini semakin diterima oleh masyarakat. Kinerja tidak lahir begitu saja,
ada perjalanan di dapil, ada tanggung jawab moral yang terus kami jalankan,”
ucap dia.
Penerima
BK Award 2025
Apresiasi BK DPRD Provinsi Jawa Barat
atas Kinerja Fraksi dengan Presentase Kehadiran Terbaik dalam Rapat Paripurna
DPRD Jawa Barat Tahun Sidang 2024-2025 diberikan kepada Fraksi Partai Demokrat
DPRD Jawa Barat.
Sementara apresiasi BK DPRD Jawa Barat
atas Kinerja Komisi dengan Jumlah Rapat Terbanyak Tahun Sidang 2024-2025
diberikan kepada Komisi I DPRD Jawa Barat.
Apresiasi BK DPRD Jawa Barat atas
Kinerja Terbaik Sebagai Anggota DPRD Jawa Barat Tahun Sidang 2025 diberikan
kepada diantaranya ;
Muhammad Romli (Fraksi PPP)
Ratnawati (Fraksi Demokrat)
Aceng Malki (Fraksi PKB)
Mamat Rachmat (Fraksi Nasdem)
Jajang Rohana (Fraksi PKS)
Dessy Susilawati (Fraksi PAN)
George Edwin Sugiharto (Fraksi
Gerindra)
Ineu Purwadewi Sundari (Fraksi PDIP)
Yod Mintaraga (Fraksi Golkar)
Sugianto Nangolah (Fraksi Demokrat)
Toto Suharto (Fraksi PAN)
Yomanius Untung (Fraksi Golkar).(*/red).
