Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Serius Dukung Citarum Harum, PT Alenatex Bangun IPAL Kapasitas 5 Ribu Meter Kubik

Jumat, 01 Maret 2019 | 21:54 WIB Last Updated 2019-03-02T16:02:48Z
Klik
FAKTABANDUNGRAYA.COM, DAYEUHKOLOT - Investasikan dana belasan miliar rupiah untuk menangani limbah cair industri perusahaannya, PT Alena Tekstil tengah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas pengolahan 5 ribu meter kubik di atas lahan seluas 4 ribu meter persegi, yang diperkirakan akan selesai pembangunannya di Bulan Juli 2019.

Ini sebagai satu langkah serius perusahaan tekstil yang berlokasi di Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha, Kabupaten Bandung dalam mendukung program Citarum Harum, sesuai Perpres No 15 Tahun 2018.

"Saat program (Citarum Harum) digulirkan oleh pak Presiden Jokowi, saya rasa ini sudah waktunya kita berbuat sesuatu untuk lingkungan kita dan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik", kata Ronny selaku pemilik PT Alenatex, saat mendampingi Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat mengecek progres IPAL pabrik, Jumat (1/3/19).

"Saat ini memang saya buat IPAL kapasitas 5 ribu meter kubik di lahan seluas 4 ribu meter (persegi) tersebut agar dapat menampung limbah yang lebih banyak, adapun pengolahanya dengan menggunakan sistem biologi yang juga di tambah lamela (bak olahan limbah) untuk cadangan atau kombinasi apabila biologi tidak mampu bisa memakai kimia", terang Ronny

Lebih lanjut Ronny mengungkapkan kepada media bahwa pabrik miliknya yang memproduksi tekstil 100% Polyester untuk produk lokal dan ekspor, menghasilkan 20 sampai 30 ribu yard perhari, dengan jumlah limbah cair yang dikeluarkan perhari sebanyak 1.500 meter kubik, selama ini pengolahannya menggunakan IPAL komunal MCAB yang ada di Jalan Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Namun karena kapasitas pengolahannya relatif kecil dibandingkan jumlah pabrik yang memanfaatkan IPAL Komunal, MCAB dinilai belum mampu mengolah seluruh limbah yang dihasilkan pabrik. Perusahaan terpaksa mengurangi produksi untuk menyesuaikan kapasitas pengolahan limbah di MCAB.

"Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 60 persen (pembangunan dimulai sejak september 2018), dan diperkirakan akan selesai bulan Juli tahun ini (2019)," ungkap Ronny.

Saya harapkan, katanya, untuk kedepannya perusahaan perusahaan khususnya yang ada di wilayah ini, untuk berfikir sama guna menjaga lingkungan lebih baik lagi.

"Saya pikir sudah waktunya kita sebagai pengusaha untuk segera bertindak, berbuat sesuatu yang lebih demi lingkungan kita. Kita harapkan juga kerjasama-nya untuk membantu mendukung program Citarum harum yang telah dicanangkan pak Presiden Jokowi. Untuk target pengerjaannya sendiri, kira-kira selesai pada Bulan Juli tahun ini, dan saya rasa tidak ada ruginya karena ini untuk melihat masa depan," pungkasnya. (Cuy).
×
Berita Terbaru Update